Pencarian

Harga Perak Antam Turun Rp 500 Jadi Rp 42.350, Berlawanan Arah Perak Dunia

Jumat, 25 September 2026 • 10:35:31 WIB
Harga Perak Antam Turun Rp 500 Jadi Rp 42.350, Berlawanan Arah Perak Dunia
Harga perak Antam turun Rp 500 menjadi Rp 42.350 per gram pada perdagangan Jumat (25/9/2026).

PAPUA — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memangkas harga perak menjadi Rp 42.350 per gram pada perdagangan Jumat (25/9/2026), turun Rp 500 dari posisi sebelumnya Rp 42.850. Penurunan harga logam mulia di dalam negeri ini terjadi saat harga perak dunia justru menguat 0,19 persen ke US$ 63,941 per ons. Arah yang berlawanan ini mencerminkan tekanan ganda dari penguatan dolar Amerika Serikat dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Paragraf pembuka: PT Aneka Tambang Tbk menetapkan harga perak di level Rp 42.350 per gram, turun Rp 500 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penyesuaian harga yang tercatat di laman logammulia.com ini mengikuti pelemahan harga emas Antam, meski di pasar global perak bergerak naik. Pergerakan yang tidak searah itu menunjukkan pasar logam mulia domestik masih terikat pada sentimen eksternal, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat.

Perak Dunia Tertekan Sepanjang Pekan

Harga perak global bertahan di bawah level US$ 64 per ons sepanjang Jumat dan diperkirakan menyusut sekitar 4 persen dalam sepekan. Tekanan datang dari penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga lagi untuk meredam inflasi.

Pada Kamis pekan ini, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun masing-masing menembus level tertinggi sejak 2007 dan 2004. Nilai tukar dolar AS juga menguat ke level tertinggi dalam hampir dua bulan.

Pergerakan pasar dipicu data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan serta tingginya harga minyak, yang memicu kekhawatiran inflasi persisten dan suku bunga lebih tinggi. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 67 persen bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada Oktober, menyusul kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir yang terjadi pekan lalu.

Harga Minyak Turun, Tekanan Inflasi Masih Jadi Sorotan

Harga minyak dunia justru turun menyusul laporan bahwa AS dan Iran sedang mempertimbangkan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Meski demikian, kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi belum sepenuhnya mereda, terutama di tengah ketatnya pasokan bahan bakar diesel.

Harga minyak mentah Brent sempat melampaui US$ 103 per barel, sementara WTI diperdagangkan di kisaran US$ 92,6 per barel. Situasi di Selat Hormuz dan ketegangan AS-Iran menjadi faktor yang membuat pasar energi tetap waspada.

Emas Dunia Ikut Melemah, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu

Harga emas dunia juga melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026) waktu setempat. Harga emas spot turun US$ 30 menjadi US$ 4.263 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas untuk pengiriman November 2026 diperdagangkan di kisaran US$ 4.297 per ons.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah klaim awal tunjangan pengangguran yang disesuaikan secara musiman turun menjadi 197.000, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 201.000. Angka minggu sebelumnya di

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks