PAPUA — Kepemimpinan anak ternyata tidak dimulai dari podium atau panggung, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari di rumah. Lewat seminar parenting "The Family The Leader" di Universitas Airlangga, para orang tua diajak memahami bagaimana Seven Habits dan keteladanan keluarga membentuk karakter pemimpin sejak dini.
SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya, sudah tiga tahun menjalankan program Leader in Me. Program ini mengajarkan tujuh kebiasaan (Seven Habits) kepada siswa, bukan hanya sebagai materi pelajaran, tetapi sebagai bekal hidup sehari-hari.
Salah satu siswanya, Namia Aleesya Oxavia, membagikan pengalamannya saat menjadi pembicara dalam seminar parenting bertajuk "The Family The Leader". Acara ini digelar di Auditorium Ternate Aseec Tower Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (26/9/2026).
Apa Itu Seven Habits yang Diajarkan ke Anak?
Namia menceritakan bahwa ia menerapkan Seven Habits di rumah, terutama kebiasaan mendahulukan hal yang utama. Kebiasaan ini ia praktikkan tidak hanya saat belajar, tetapi juga saat bermain dan berinteraksi dengan keluarga.
"Saya di rumah menerapkan Seven Habits, yaitu dahulukan yang utama. Selain di rumah, pembelajaran di sekolah dan lingkungan bermain juga kami terapkan," ujar Namia.
Menurutnya, pembelajaran Leader in Me sangat bermanfaat sebagai bekal masa depan. Ia berharap kebiasaan baik ini terus berlanjut hingga dewasa.
Peran Orang Tua sebagai Role Model Kepemimpinan
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, menegaskan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama tempat anak belajar tentang kepemimpinan. Orang tua berperan besar sebagai contoh nyata bagi anak-anak mereka.
"Nilai-nilai kepemimpinan dapat dijalankan oleh para ayah dan bunda. Keberadaan orang tua menjadi role model kepemimpinan di rumah," ujarnya.
Ely menambahkan, pembiasaan yang dilakukan sekolah membutuhkan dukungan keluarga agar benar-benar menjadi bagian dari kehidupan anak. Sekolah dan keluarga harus saling menguatkan.
Sinergi Sekolah dan Keluarga Jadi Kunci
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Ridwan, menekankan bahwa pondasi akhlak dan karakter anak adalah tanggung jawab keluarga. Sementara ilmu pengetahuan menjadi tanggung jawab guru di sekolah.
"Sinergi antara sekolah dan keluarga adalah kunci utama kesuksesan sebuah pendidikan," tegasnya.
Ridwan juga meminta para wali murid mendukung penerapan Seven Habits di rumah. Menurutnya, kebiasaan tersebut harus berjalan konsisten, tidak hanya di sekolah.
Parent Lighthouse Team, Cara Sekolah Libatkan Orang Tua
Komitmen melibatkan orang tua diperkuat melalui pelantikan Parent Lighthouse Team (PLhT). Tim ini menjadi bagian dari upaya sekolah memperluas keterlibatan orang tua dalam mendukung budaya kepemimpinan anak.
Ketua Komite SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Anda Marzudinta, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak secara bersama-sama.
Ketua Panitia, Fatimah, mengapresiasi para wali murid yang hadir. Ia berharap seminar ini memberikan manfaat bagi keluarga dan anak-anak.
Belajar Bersama antara Sekolah dan Orang Tua
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya, Dikky Syadqumullah, menyampaikan bahwa Sekolah Kreatif Baratajaya memiliki kedekatan khusus dengannya. Ia merupakan alumni dan mempercayakan anak-anaknya untuk bersekolah di sana.
Menurut Dikky, anak membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka belajar sekaligus bermain. Seminar parenting seperti ini menjadi momentum untuk menyamakan langkah antara sekolah dan keluarga.
"Tumbuh kembang anak kita menjadi tanggung jawab bersama," katanya.
Rangkaian Acara dan Penampilan Siswa
Seminar diawali praacara sejak pukul 08.00 WIB. Peserta mengikuti senam Anak Indonesia Hebat dan lagu Seven Habits Leader in Me. Acara dipandu Naura dan Haven, dengan Fancy Anggraini serta Iswara Pranidana sebagai pembawa acara utama.
Pembacaan ayat suci Al-Qur'an disampaikan Zahin dan Ghaziya Hafizha Faiha Lubna, sementara Sakhiya Violina bertugas membacakan doa.
Melalui kegiatan ini, sekolah dan orang tua diajak untuk terus belajar bersama. Kepemimpinan anak tidak tumbuh dalam semalam, tetapi dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten di rumah dan didukung penuh oleh lingkungan sekolah.