PAPUA — Komponen RAM dan penyimpanan untuk PlayStation 6 (PS6) disebut menelan biaya lebih dari USD 680 atau sekitar Rp 12,3 juta per unit konsol. Angka itu beredar dari informan perangkat keras AMD, KeplerL2, di forum NeoGAF, dan memicu pertanyaan soal harga jual akhir konsol Sony tersebut. Jika akurat, kenaikan biaya memori berpotensi mendorong PS6 ke level harga yang belum pernah terjadi di generasi PlayStation sebelumnya.
KeplerL2 dikenal sebagai sumber yang sebelumnya pernah membocorkan spesifikasi perangkat keras AMD secara akurat. Laporan terbarunya menyebut angka USD 680 hanya mencakup RAM dan NAND, belum termasuk komponen lain seperti APU, motherboard, atau biaya perakitan.
Angka itu muncul di tengah lonjakan harga memori dan penyimpanan global. Pasokan yang menipis akibat tingginya permintaan pusat data AI membuat biaya komponen elektronik naik hampir di semua lini.
Mengapa Biaya Memori Melonjak
Permintaan chip memori dari operator pusat data AI menyerap kapasitas produksi pabrik DRAM dan NAND dalam jumlah besar. Konsumen rumahan, termasuk produsen konsol, kini bersaing memperebutkan sisa pasokan yang lebih kecil.
Dampaknya sudah terasa di generasi sekarang. PS5 yang dirilis di Indonesia pada 22 Januari 2021 kini dijual hampir 50% lebih mahal dibanding harga peluncurannya.
Saat pertama masuk pasar lokal, PS5 Digital Edition dibanderol Rp 7.299.000 dan Disc Edition Rp 8.799.000. Kini harganya naik menjadi Rp 9.999.000 untuk Digital Edition dan Rp 11.400.000 untuk Disc Edition.
Prediksi Analis: Harga Tembus USD 1.000
CEO Aldora, Joost van Dreunen, memperkirakan konsol generasi berikutnya akan dijual di atas USD 1.000. Dia juga memprediksi PS6 maupun penerus Xbox Series X/S yang disebut Project Helix tidak akan meluncur hingga 2028.
"Dengan laju seperti ini, generasi berikutnya mungkin bahkan tidak akan dirilis hingga tahun 2028, dan ketika itu terjadi, harga minimalnya lebih dari seribu dolar. Bahkan perangkat yang sudah ada pun mengalami kenaikan harga," ujarnya.
Direktur intelijen pasar Newzoo, Manu Rosier, punya pandangan sedikit berbeda. Dia yakin model dasar konsol berikutnya akan tetap berada di kisaran tiga digit, meski mendekati batas atas.
"PS5 Pro sudah dijual seharga USD 899 setelah dua kali kenaikan harga dalam setahun, jadi jarak menuju USD 1.000 sudah dekat. Model generasi berikutnya kemungkinan akan tetap di bawah USD 999 karena alasan psikologis dan pemasaran," ucapnya.
Jadwal Rilis Masih Abu-Abu
Hingga kini Sony belum menetapkan tanggal peluncuran PS6. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Totoki menyatakan perusahaan masih belum memutuskan jadwal pasti, sinyal yang membuka kemungkinan penundaan.
Sebagian gamer berharap PS6 hadir pada 2027. Namun laporan analis senior MST, Deavid Gibson, memperkirakan peluncuran mundur ke 2028 seiring kondisi pasar komponen.
Di sisi lain, Sony telah mengajukan paten kontroler game yang disinyalir terkait PS6. Paten itu menggambarkan kontroler full touch screen, dengan analog, d-pad, dan tombol fisik digantikan panel sentuh yang menampilkan tombol digital.
Bagi pengguna Indonesia, bocoran ini jadi sinyal awal bahwa generasi konsol berikutnya kemungkinan dibanderol jauh di atas PS5 saat ini. Pelaku bisnis ritel gim pun perlu menyiapkan strategi harga dan skema cicilan jika skenario kenaikan itu benar-benar terjadi.