JAYAPURA — KONI Papua resmi mengumumkan jadwal Musorprov yang akan menjadi panggung regenerasi kepemimpinan organisasi. Ketua Umum KONI Papua, Dr. Kenius Kogoya, mengatakan keputusan ini sudah dikoordinasikan dengan KONI Pusat dan mendapat restu dari Pemerintah Provinsi Papua.
“Kita sudah lakukan rapat KONI dan sudah koordinasi dengan KONI Pusat. Kita akan gelar Musorprov di awal bulan Juni tepatnya tanggal 5 dan 6 Juni,” ujar Kenius dalam keterangan pers di Jayapura. Ia menambahkan, Gubernur Papua telah menyetujui jadwal tersebut.
Musorprov bukan sekadar ajang rotasi kursi. Kenius menekankan, kepengurusan baru harus langsung bergerak menyusun program strategis pembinaan atlet. Pasalnya, babak kualifikasi PON (Pra-PON) sudah dijadwalkan berlangsung sepanjang 2027, disusul PON XXII di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada 2028.
“Waktu menuju pra kualifikasi PON dan PON semakin dekat sehingga agenda ini penting digelar. Pengurus baru harus punya cukup waktu mempersiapkan atlet Papua menuju Pra-PON 2027 dan PON XXII tahun 2028,” tegas Kenius.
Proses seleksi calon pemimpin KONI Papua sudah dimulai. Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu, SH, mengungkapkan tim penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua Umum telah dibentuk melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) pada 16 April 2026.
Lima nama yang duduk di tim tersebut adalah Henky Sawaki, Benny Jensenem, Otniel Deda, Korneles Yanuaring, dan Thelma Numberi. Mereka berasal dari perwakilan KONI Papua, KONI kabupaten/kota, dan pengurus cabang olahraga. “Mereka ditetapkan dalam Rakerprov bulan April, sedangkan kepanitiaan Musorprov juga sudah dibentuk dengan ketua panitia Ayub Woisiri,” kata George.
Tim penjaringan disebut akan segera mengumumkan jadwal dan persyaratan pencalonan kepada publik dalam waktu dekat.
KONI Papua menargetkan Musorprov 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan pembinaan prestasi. Dengan kepengurusan baru yang memiliki masa kerja hingga 2030, diharapkan pembinaan atlet bisa berjalan lebih terstruktur dan berkesinambungan. Target utama: Papua mampu bersaing di tingkat nasional pada PON XXII mendatang.