JAYAPURA — Momentum Idul Adha 1447 H di lingkungan Kejati Papua diisi dengan penyembelihan dan penyaluran 11 hewan kurban. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya lima ekor sapi.
Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Kantor Kejati Papua, Jayapura, serta sejumlah panti asuhan. Pembagian ini dilakukan agar manfaat ibadah kurban bisa dirasakan lebih luas.
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Adyantana Meru Herlambang, mengatakan hewan kurban itu berasal dari partisipasi internal pegawai dan mitra kerja instansi tersebut.
“Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar kantor hingga panti asuhan agar manfaat Idul Adha dapat dirasakan secara luas,” kata Herlambang usai menyerahkan hewan kurban di Kota Jayapura, Rabu.
Kenaikan jumlah hewan kurban dari lima ekor sapi menjadi 11 ekor (tujuh sapi dan empat kambing) dinilai sebagai indikasi tumbuhnya semangat kebersamaan di lingkungan Kejati Papua. Herlambang menyambut baik peningkatan ini.
“Kami bersyukur karena tahun ini jumlah hewan kurban meningkat. Ini menandakan semangat berbagi dan kepedulian dari keluarga besar Kejati Papua dan para mitra semakin baik,” ujarnya.
Bagi jajaran Kejati Papua, Idul Adha bukan sekadar ritual keagamaan. Herlambang menekankan bahwa momentum ini menjadi pengingat akan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan pengabdian dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Makna Idul Adha bagi kami di lingkungan Kejaksaan adalah bagaimana menjalankan pekerjaan sehari-hari dengan penuh pengorbanan, keikhlasan dan pengabdian untuk bangsa, negara serta sesama,” jelasnya.
Penyembelihan hewan kurban berlangsung di halaman Kantor Kejati Papua, Jayapura. Proses ini melibatkan pegawai dan masyarakat sekitar, mulai dari penyembelihan hingga pembagian daging kepada penerima manfaat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial institusi penegak hukum di Papua terhadap warga di sekitarnya, khususnya di momen hari raya.