JAYAPURA — Sebanyak 26 orang dari komunitas adat Kampung Sereh, termasuk pemuda dan mama-mama Papua, mendaki kawasan Pegunungan Cycloop seharian penuh untuk memantau kondisi lingkungan. Mereka menyusuri jalur batas cagar alam hingga kawasan air terjun Cycloop sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIT.
Jemmy Ondi, pemuda adat Kampung Sereh yang ikut dalam tim monitoring, melaporkan bahwa aktivitas perusakan tersebar di ketinggian 100 hingga 400 meter di atas permukaan laut. Kemiringan lereng di titik-titik tersebut mencapai 30 hingga 55 derajat.
Tim menemukan kebun labu siam berukuran besar yang sengaja ditanam di atas kepala air terjun Cycloop, tersembunyi di balik pepohonan. Pemilik kebun diketahui berasal dari Kampung Sereh dan Hinekombe. Selain itu, terdapat bekas pondok atau honai yang sebelumnya pernah ditindak oleh masyarakat mitra Polhut beberapa bulan lalu, kini terbengkalai dan ditumbuhi alang-alang.
Cagar Alam Cycloop merupakan penyangga kehidupan utama bagi masyarakat adat di Jayapura, khususnya wilayah Sentani. Kawasan ini menjadi sumber air bersih dan pelindung lingkungan bagi ribuan warga yang tinggal di kaki gunung.
Kepala Suku Sentani Syors Ondi menegaskan bahwa monitoring ini merupakan langkah pertama yang dilakukan masyarakat adat Kampung Sereh. “Monitoring ini cara kita untuk tetap mencintai dan menjaga lingkungan demi generasi masa depan,” ujarnya di sela kegiatan.
Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah jalur bekas longsor tahun 2019 yang kini dijadikan area perkebunan. Jemmy mengingatkan bahwa daerah ini pernah dilanda banjir bandang dan longsor besar enam tahun lalu.
“Ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kerusakan kawasan hutan tidak terus meluas,” kata Jemmy. Ia menambahkan, jika aktivitas ilegal ini tidak segera dicegah, dampaknya akan kembali dirasakan masyarakat di Sentani.
Selain memantau, para peserta monitoring yang didominasi pemuda adat juga berkomunikasi langsung dengan para peladang. Mereka meminta agar warga tidak lagi membuka kebun di kawasan konservasi yang dilindungi. Syors menilai cara ini efektif untuk melindungi kawasan tanpa menimbulkan konflik.
Jemmy berharap pemerintah, aparat keamanan, dan institusi terkait bersama masyarakat adat memperketat pengawasan. “Cycloop harus dijaga bersama sebelum bencana itu datang lagi,” pungkasnya.