JAYAPURA — Persipura Jayapura mendapat keringanan hukuman setelah Komite Banding PSSI mengabulkan permohonan banding terkait sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton. Sebelumnya, klub berjuluk Mutiara Hitam itu dijatuhi hukuman berat berupa larangan penonton selama satu musim penuh akibat kerusuhan dalam laga play-off promosi melawan Adhyaksa FC.
Dalam keputusan terbaru, sanksi tanpa penonton yang semula berlaku satu musim resmi dipangkas menjadi hanya satu putaran kompetisi. Selain itu, Persipura tetap dikenai denda sebesar Rp200 juta sebagai konsekuensi atas insiden yang terjadi.
Dengan format Liga 2 yang berlangsung dalam tiga putaran, hukuman tanpa penonton selama satu putaran berarti Persipura hanya akan menjalani sekitar empat hingga lima laga kandang tanpa dukungan langsung dari suporter. Keputusan ini memberikan ruang bagi tim asal Papua itu untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan yang lebih normal di sisa musim.
Tidak. Setelah menjalani masa hukuman tersebut, stadion Persipura tidak langsung dibuka sepenuhnya. Pada putaran kedua, Komite Banding PSSI menetapkan penutupan tribun di sektor utara dan selatan sebagai bagian dari sanksi lanjutan yang tetap harus dijalankan oleh klub kebanggaan masyarakat Papua itu.
Komite Banding PSSI menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan merupakan tindakan yang mencoreng citra sepak bola Indonesia. Karena itu, hukuman tetap diberikan sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab penyelenggara pertandingan.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi Persipura yang tengah bersiap menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Dengan adanya keringanan ini, Mutiara Hitam memiliki kesempatan untuk membangun kembali hubungan dengan suporter setia mereka di pertandingan kandang setelah masa hukuman berakhir.
Persipura sebelumnya gagal menang dalam playoff Championship menghadapi Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026). Insiden kerusuhan usai pertandingan itulah yang menjadi dasar pengenaan sanksi awal oleh PSSI.
Keputusan banding ini memberikan kepastian bagi manajemen Persipura dalam menyusun strategi kompetisi musim depan. Dengan hanya kehilangan empat hingga lima laga kandang tanpa penonton, tim masih bisa mengandalkan dukungan suporter di sisa pertandingan kandang setelahnya, meski dengan pembatasan tribun tertentu.
Denda Rp200 juta yang tetap berlaku menjadi pengingat bagi klub untuk meningkatkan pengamanan dan pengelolaan suporter di masa mendatang. Persipura kini memiliki waktu untuk membenahi aspek keamanan pertandingan sebelum kembali beraksi di Liga 2 musim 2026/2027.