Legenda Dayung Papua Benson Penyumbang 29 Emas untuk Indonesia Meninggal dalam Sepi, Dimakamkan Rabu Lalu

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44:02 WIB
Legenda dayung Papua Benson, penyumbang 29 medali emas, dimakamkan secara sederhana di kampung halamannya.

JAYAPURA — Kepergian Benson menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar tentang bagaimana daerah memperlakukan pahlawan olahraganya. Atlet yang namanya pernah harum di sirkuit dayung nasional dan internasional itu harus menjalani proses pemakaman tanpa pengawalan khusus dari pemerintah atau federasi olahraga setempat.

29 Emas untuk Indonesia, Tapi Pamit Tanpa Protokol

Benson bukan nama sembarangan di dunia dayung Indonesia. Selama kariernya, ia tercatat menyumbang 29 medali emas, menjadikannya salah satu atlet paling produktif yang dimiliki Papua.

Namun, saat ajal menjemput, tidak ada upacara kenegaraan, tidak ada penghormatan dari institusi olahraga, dan tidak ada pemberitaan resmi dari dinas terkait. Ia dimakamkan secara sederhana pada Rabu (27/5) di kampung halamannya.

Mengapa Legenda Hidup Bisa Terlupakan?

Fenomena atlet berprestasi yang mati dalam kesunyian bukan pertama kali terjadi di Papua. Minimnya sistem data kependudukan atlet pensiunan dan lemahnya koordinasi antara KONI, Dispora, dan pemerintah daerah sering disebut sebagai penyebab utama.

Benson tidak memiliki catatan pensiun resmi yang tercatat di database pemerintah. Ia juga tidak terdaftar dalam program jaminan sosial atlet berprestasi yang digagas Kemenpora. Akibatnya, ketika ia wafat, tidak ada mekanisme otomatis yang menggerakkan instansi untuk hadir.

Warisan yang Tersisa: Medali, Bukan Kesejahteraan

Kisah Benson menjadi ironi klasik di dunia olahraga daerah: atlet dielu-elukan saat menyumbang emas, lalu dilupakan begitu gantung dayung. Tidak ada rumah dinas, tidak ada beasiswa untuk anak-anaknya, dan tidak ada jaminan kesehatan yang melekat pada namanya.

Yang tersisa hanyalah catatan prestasi di lembaran lama KONI dan kenangan rekan-rekan seangkatannya yang juga rentan bernasib sama.

Apa Langkah Pemprov Papua Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Papua atau Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua mengenai rencana pemberian penghormatan anumerta atau santunan bagi keluarga Benson.

Beberapa kalangan pegiat olahraga di Papua mendesak pemerintah daerah untuk segera mendata ulang atlet-atlet pensiunan berprestasi agar tragedi serupa tidak terulang. Data yang valid dan sistem notifikasi otomatis saat atlet wafat dinilai mendesak untuk dibangun.

Pelajaran dari Kepergian Benson

Benson mungkin telah pergi. Tapi ceritanya adalah alarm bagi setiap pemda di Indonesia: pahlawan olahraga bukan hanya layak dirayakan saat menang, tetapi juga layak dihormati saat pamit. Tanpa perubahan sistem, atlet berikutnya yang menyumbang 29 emas untuk daerahnya bisa bernasib persis sama.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: radarpapua.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top