PAPUA — Notion, perusahaan pengembang aplikasi catatan dan manajemen tugas asal Amerika Serikat, resmi menutup layanan email AI-nya, Notion Mail. Layanan yang diperkenalkan sebagai bagian dari suite produktivitas perusahaan ini hanya bertahan kurang dari setengah tahun sebelum akhirnya dihentikan.
Berdasarkan dokumen bantuan resmi yang diterbitkan Notion, ada tiga tanggal penting yang harus dicatat pengguna:
Dalam pernyataan resmi, Notion menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melihat perubahan perilaku pengguna secara drastis. "Kami meluncurkan Notion Mail dengan keyakinan bahwa kotak masuk Anda harus berpikir seperti Anda—lebih personal dan makin cerdas dengan AI. Namun, seiring mampunya agen Notion, kami melihat lebih banyak pengguna menyerahkan alur kerja email kepada mereka," tulis Notion.
Fakta yang mengejutkan: lebih dari setengah pengguna Notion Mail kini mengelola email tanpa pernah membuka inbox mereka. "Jadi, kami akan fokus penuh menggunakan agen untuk menjalankan kotak masuk Anda," lanjut pernyataan tersebut.
Bagi pengguna di Indonesia yang sudah mengandalkan Notion Mail sebagai klien email utama, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengekspor data sebelum 21 September. Notion menyediakan fitur ekspor data melalui menu pengaturan di aplikasi maupun versi web.
Notion Mail sendiri masih bisa diunduh dari App Store hingga layanan benar-benar mati, meski pengguna baru mungkin akan berpikir dua kali untuk mengadopsi layanan yang sudah dijadwalkan tutup.
Penutupan Notion Mail tidak mempengaruhi layanan lain seperti Notion Calendar, Notion Web Clipper, atau aplikasi utama Notion. Perusahaan justru mengisyaratkan akan memperkuat kemampuan agen AI di platform inti mereka. "Kami berterima kasih kepada setiap pengguna yang telah membangun rutinitas di sekitar Notion Mail dan mempercayai kami dengan sesuatu yang penting seperti email. Masih akan ada lagi yang akan datang!" tulis Notion menutup pengumuman.
Langkah ini menandai pergeseran strategi Notion dari membangun klien email mandiri menjadi mengintegrasikan kemampuan AI yang lebih dalam ke ekosistem produktivitas mereka. Bagi pengguna yang masih membutuhkan klien email dengan fitur AI, alternatif seperti Superhuman atau Spark tetap tersedia di pasaran.