Anggota Otsus Papua Yanni Apresiasi Lompatan Pariwisata Biak, Dukung Pembentukan Provinsi Papua Utara

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 21:32:01 WIB
Yanni mengapresiasi kemajuan pariwisata Biak sebagai penggerak ekonomi daerah.

BIAK — Langkah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang berhasil mengangkat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi mendapat sorotan positif dari Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni. Ia menilai terobosan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Papua memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

Yanni menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri pembukaan Festival Biak Munara Wampasi 2026 yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, unsur TNI-Polri, sejumlah kepala daerah, pelaku UMKM, dan ribuan warga masyarakat.

Festival Jadi Bukti Kepemimpinan Bupati Membaca Potensi Daerah

"Terobosan seperti ini patut diapresiasi, pariwisata menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Biak beruntung memiliki bupati yang mampu membaca potensi daerah dan berani menerjemahkannya menjadi agenda pembangunan," ujar Yanni.

Menurut Yanni, posisi strategis Biak menjadi modal penting untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan timur Indonesia. Ia menilai kepemimpinan Bupati Markus Octovianus Mansnembra telah memberikan arah yang jelas dalam pengembangan sektor pariwisata. Festival yang berlangsung hingga 7 Juli itu dinilai menjadi sarana promosi efektif untuk menarik wisatawan sekaligus investor ke Biak.

Wacana Provinsi Papua Utara: Penataan Pemerintahan Berbasis Wilayah Adat

Selain menyoroti sektor pariwisata, Yanni kembali mengangkat wacana pembentukan Provinsi Papua Utara. Menurutnya, gagasan tersebut memiliki dasar yang kuat karena mengacu pada konsep pembagian tujuh wilayah adat Papua yang telah lama menjadi acuan dalam pembahasan pemekaran wilayah.

"Konsep tujuh wilayah adat bukan gagasan yang baru muncul hari ini, itu sudah menjadi dasar pembahasan pemekaran Papua sejak lama. Jadi, apabila Papua Utara terbentuk, langkah itu merupakan bagian dari penataan pemerintahan yang selaras dengan struktur sosial dan kultural masyarakat adat Papua," katanya.

Yanni menjelaskan, pembentukan daerah otonom baru bertujuan mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi daerah dalam mengelola potensi ekonominya sesuai karakter masing-masing wilayah. Ia menilai keberhasilan Biak Numfor di sektor pariwisata menjadi bukti bahwa potensi tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang mampu memperkuat investasi dan menciptakan iklim pembangunan yang lebih efektif.

Festival ke-14 Masuk Kharisma Event Nusantara, Hadirkan 12 Rangkaian Kegiatan

Festival Biak Munara Wampasi 2026 telah memasuki penyelenggaraan ke-14. Tahun ini festival kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai event wisata terbaik di Indonesia.

Selama sepekan, festival menghadirkan 12 rangkaian kegiatan yang memadukan wisata bahari, pameran ekonomi kreatif, serta pertunjukan budaya khas Biak. Tradisi leluhur seperti Snap Mor, yakni menangkap ikan secara tradisional, dan Apen Bayeren atau atraksi berjalan di atas batu panas turut ditampilkan sebagai daya tarik utama.

"Papua memiliki kekayaan yang luar biasa. Potensi itu harus dikelola melalui tata pemerintahan yang tepat agar benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Pariwisata adalah salah satu jalannya, sementara penataan wilayah menjadi instrumen untuk mempercepat hasil yang ingin dicapai," ujar Yanni.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top