PAPUA — Jakarta - Kegilaan terhadap koin meme yang diluncurkan seorang presiden berujung petaka bagi investor ritel. Data terbaru dari firma analitik blockchain Nansen mengungkapkan bahwa hampir satu juta orang mengalami kerugian besar setelah membeli $TRUMP memecoin, token digital yang secara resmi dipromosikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip analisis Nansen, sebanyak 988.905 akun kripto tercatat mengalami kerugian dari pembelian token $TRUMP hingga akhir Juni 2025. Jumlah ini setara dengan sekitar dua pertiga dari total pembeli koin tersebut.
Total kerugian yang dialami para investor mencapai angka fantastis, yaitu US$ 3,8 miliar. Angka ini setara dengan lebih dari Rp 62 triliun jika menggunakan kurs estimasi Rp 16.500 per dolar AS.
Kinerja token $TRUMP di pasar sungguh memprihatinkan. Pada Minggu (15/6), harga $TRUMP diperdagangkan di level US$ 1,69. Angka ini merosot hampir 98% dari harga tertingginya yang pernah mencapai US$ 75,35 per keping.
Penurunan drastis ini terjadi hanya dalam waktu kurang dari enam bulan sejak token tersebut pertama kali diperkenalkan. Trump mengumumkan peluncuran memecoin-nya tiga hari sebelum pelantikannya sebagai presiden pada Januari 2025.
Di tengah kerugian investor, Presiden Trump justru mencatatkan keuntungan pribadi yang besar. Dalam laporan keuangan terbaru, Trump mengungkapkan bahwa ia memperoleh US$ 636 juta (sekitar Rp 10,5 triliun) dari token $TRUMP saja. Jumlah tersebut hampir setengah dari total pendapatannya dari industri kripto tahun lalu yang mencapai US$ 1,4 miliar.
Trump sebelumnya juga ikut mendirikan startup kripto bernama World Liberty Financial bersama putra-putranya. Sayangnya, token lain dari proyek tersebut, yaitu $WLFI, juga mengalami penurunan nilai yang signifikan.
Situasi ini terjadi di tengah perubahan sikap regulator kripto di Amerika Serikat. Di bawah pemerintahan Trump, Securities and Exchange Commission (SEC) secara resmi menyatakan tidak akan mengatur memecoin sebagai sekuritas. Regulator juga telah membatalkan sejumlah gugatan hukum terhadap perusahaan kripto.
Seorang juru bicara Gedung Putih menanggapi laporan kerugian ini dengan pernyataan tegas kepada NYT, "Presiden Trump dengan bangga telah menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia."
Bagi investor kripto di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat keras akan risiko tinggi yang melekat pada memecoin. Token yang didorong oleh popularitas figur publik, bukan oleh utilitas atau fundamental proyek, sangat rentan terhadap fluktuasi harga ekstrem dan potensi kerugian modal yang besar.