MERAUKE — Pemerintah pusat terus mengakselerasi pembangunan kawasan sentra produksi pangan, energi, dan air di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini tidak hanya menyasar ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi ribuan warga lokal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kunjungan kerjanya di Merauke mengungkapkan, dari target cetak sawah tahun ini, sekitar 1.200 hektare telah selesai ditanami. "Alhamdulillah kemajuannya pesat sekali," ujarnya.
Zulkifli merinci sejumlah infrastruktur strategis telah menunjukkan perkembangan signifikan. Pelabuhan telah selesai dibangun, jalan sepanjang 58 kilometer telah rampung, dan pembangunan ruas lanjutan terus berjalan. Bandara di kawasan tersebut juga tengah dalam tahap penyelesaian.
Keberhasilan proyek ini, menurutnya, akan menjadi tonggak penting bagi kemandirian pangan Papua. "Kalau program ini berhasil, Papua akan mandiri pangannya, mandiri energinya, dan akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Papua," tegas Zulkifli.
PSN Merauke juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Selain padi, kawasan ini akan mengembangkan perkebunan tebu, industri gula, dan bioetanol. Saat ini sekitar 3.500 tenaga kerja telah terlibat dalam pembangunan proyek. Jumlah itu diproyeksikan meningkat hingga sekitar 15.000 orang ketika proyek beroperasi penuh pada 2029.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan, pemerintah daerah telah meminta seluruh perusahaan pelaksana proyek memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) dalam proses rekrutmen. Pemerintah juga memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar masyarakat lokal mampu mengambil peran utama dalam perkembangan industri di daerahnya.
Zulkifli Hasan menyebut percepatan pembangunan PSN Merauke berkat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, dan masyarakat. Menurutnya, negara hadir untuk memastikan Papua memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan berdaya saing.
Pemerintah memastikan pembangunan berlangsung secara inklusif. Kemajuan PSN Merauke menjadi gambaran bahwa pembangunan di Papua tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi masyarakat.