JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua mencatat adanya pergeseran signifikan dalam metode bertani di kalangan petani lokal. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Luananka Daimboa mengatakan, sekitar 20 ribu petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan dinas kini mulai mengadopsi mekanisasi pertanian.
"Petani Papua sudah mulai melakukan modernisasi pertanian salah satunya melalui kegiatan cetak sawah rakyat yang sudah menggunakan mekanisasi pertanian dengan melibatkan petani lokal," kata Luananka di Jayapura, Senin (13/7/2026).
Dua Kabupaten Jadi Lokasi Percontohan
Penerapan pertanian modern tersebut telah berjalan di Kabupaten Merauke dan Sarmi. Kedua wilayah ini menjadi percontohan dalam penggunaan alat dan mesin pertanian yang didukung penuh oleh Kementerian Pertanian melalui bidang penyuluhan.
Luananka menjelaskan, pihaknya tidak hanya mendorong adopsi teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas petani melalui program pertukaran informasi dan pengalaman. Petani dan penyuluh dari Papua dikirim untuk belajar dari daerah lain yang lebih dulu maju di sektor pertanian.
Target: Lahirkan Petani Milenial Papua
Harapannya, ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di kampung halaman masing-masing. "Peningkatan kapasitas petani juga terus kami lakukan melalui berbagai kegiatan pertukaran informasi dan pengalaman dengan petani serta penyuluh dari daerah lain," ujarnya.
Dinas Pertanian Papua juga menyasar generasi muda untuk terjun ke sektor ini. Konsep petani milenial terus digaungkan agar pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan pinggiran, melainkan sumber pendapatan yang menjanjikan jika dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat.
"Pertanian bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat," kata Luananka.
Cetak Sawah Rakyat: Dari Tradisional ke Modern
Salah satu indikator utama pergeseran ini adalah kegiatan cetak sawah rakyat. Jika sebelumnya proses pembukaan lahan dan pengolahan tanah dilakukan secara manual, kini petani mulai menggunakan traktor dan alat mekanis lainnya. Langkah ini dinilai mampu mempercepat masa tanam dan meningkatkan produktivitas lahan.
Dengan total 20 ribu petani binaan yang tersebar di berbagai kelompok tani, Pemprov Papua optimistis sektor pertanian di Bumi Cenderawasih akan semakin maju. Modernisasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen secara signifikan dalam beberapa musim tanam ke depan.