Gebyar Agustus Ceria di Manokwari Jadi Ajang Kolaborasi UMKM, Bupati Ingatkan Legalitas Usaha

Penulis: Udin Syamsul  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:31:32 WIB
Suasana puncak Gebyar Agustus Ceria di Manokwari dihadiri pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan komunitas senam setempat.

MANOKWARI — Puncak acara Gebyar Agustus Ceria yang digelar di Manokwari berubah menjadi simpul pertemuan antara pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan komunitas senam setempat. Kegiatan yang merupakan agenda pamungkas perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia itu dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat jaringan usaha kecil di ibu kota Papua Barat tersebut.

Ketua Panitia Gebyar Agustus Ceria, Johani Makatita, menyebut acara yang baru memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini sengaja dirancang sebagai wadah silaturahmi. Menurutnya, interaksi langsung antara pelaku usaha dan pengunjung menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi jangka panjang.

"UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar. Karena itu, kami ingin kegiatan ini menjadi ajang untuk berkumpul, bersilaturahmi dan membangun kolaborasi. Ini sudah tahun kedua kami laksanakan dan ke depan kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pengunjung," ujarnya.

Kontribusi Nyata UMKM terhadap Ekonomi Manokwari

Bupati Manokwari Hermus Indou memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan sektor usaha mikro tidak bisa dipandang sebelah mata karena menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Hermus menekankan bahwa aktivitas UMKM tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya beli masyarakat. Sektor ini pun turut menyumbang pendapatan daerah melalui kewajiban pajak yang dibayarkan para pelaku usaha.

"UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata karena menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Banyak orang bekerja di sektor UMKM dan dari aktivitas itu daya beli masyarakat juga meningkat," jelasnya.

Makna Kemerdekaan dan Dorongan Legalitas Usaha

Hermus mengingatkan bahwa esensi kemerdekaan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, dari kelompok ekonomi atas hingga masyarakat di tingkat bawah. Menurutnya, pembangunan Manokwari tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen, termasuk pelaku UMKM.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyoroti pentingnya legalitas usaha. Ia meminta para pelaku UMKM memastikan usaha yang dijalankan memiliki izin resmi agar bisa berpartisipasi lebih luas dalam pembangunan daerah dan memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah.

"Bangun Manokwari tidak bisa dari pemerintah daerah saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. UMKM juga bisa menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Kolaborasi dengan OPD untuk Perluas Pasar

Hermus berharap pelaku UMKM terus membangun kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama dalam hal pelatihan, pengembangan kapasitas, hingga perluasan akses pasar. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan sektor ini agar memberikan dampak positif bagi perekonomian Manokwari.

"UMKM membutuhkan kolaborasi bersama dinas terkait agar bisa mendapatkan pelatihan dan mampu merebut pasar. Pemerintah akan terus mendorong agar UMKM dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," pungkasnya.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: linkpapua.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top