JAYAPURA — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura secara bertahap melengkapi perpustakaan di 14 kampung dengan buku fisik dan peralatan pendukung digital. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Dolfina J. Mano, mengatakan fasilitas itu dirancang agar masyarakat di tingkat kampung tidak tertinggal arus informasi.
"Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat kampung terhadap sumber informasi dan bahan bacaan secara digital," kata Mano di Jayapura, Jumat.
Mano menegaskan keberadaan perpustakaan tidak hanya dimaknai sebagai tempat membaca. Pihaknya mengarahkan agar perpustakaan kampung menjadi ruang pemberdayaan yang terintegrasi dengan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Masyarakat diharapkan memanfaatkan koleksi bahan bacaan sebagai sumber pengetahuan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan sumber daya alam khas masing-masing wilayah. Dengan begitu, perpustakaan bisa menjadi titik awal tumbuhnya usaha baru di kampung.
Untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal, Pemkot Jayapura juga memberikan bimbingan teknis literasi informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang bertugas mengelola perpustakaan di tingkat kampung.
Menurut Mano, pengelola yang kompeten menjadi kunci agar perpustakaan tidak sepi pengunjung. Ia menambahkan, perpustakaan harus dirancang sebagai ruang publik yang nyaman dan menarik, bukan sekadar gudang buku.
"Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi harus dibuat menjadi tempat yang indah dan nyaman sehingga peminat untuk berkunjung dan membaca bisa lebih nyaman," ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jayapura menumbuhkan budaya baca sejak dari lapisan masyarakat paling bawah. Dengan akses yang merata, warga kampung memiliki kesempatan yang sama dengan warga perkotaan dalam memperoleh informasi dan pengetahuan.
Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan terus memantau pemanfaatan fasilitas tersebut dan mengevaluasi kebutuhan masing-masing kampung. Dukungan tambahan bakal diberikan secara bertahap menyesuaikan prioritas dan kondisi lapangan.