JAYAPURA — Ruang tamu berukuran 2x2 meter di Jalan Perintis Kloofkamp, Kota Jayapura, bukanlah tempat ideal untuk belajar mengaji. Namun, sejak 2019, Ummu Kalsum memanfaatkannya untuk membina 40 santri, bahkan pada malam hari ruangan yang sama dipakai pengajian ibu-ibu warga sekitar.
Keterbatasan itu akhirnya terjawab. YBM PLN UIW Papua dan Papua Barat menyalurkan bantuan pembiayaan sewa tempat yang lebih luas untuk Rumah Qur'an Hamizan (RQH) selama satu tahun penuh. Bantuan diserahkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ummu Kalsum, pendiri sekaligus pengajar RQH, menuturkan perjuangan panjang mempertahankan kegiatan belajar mengaji di tengah keterbatasan. Inisiatifnya berangkat dari keprihatinan terhadap pendidikan agama anak-anak di lingkungan kompleks.
"Kami mengucapkan jazakallah khair kepada YBM PLN yang telah menghadirkan tempat mengaji yang lebih layak bagi anak-anak, dari yang sebelumnya hanya berukuran 2x2 meter," kata Ummu Kalsum dalam pernyataan yang diterima media.
Ia berharap bantuan dari muzakki PLN ini membawa keberkahan dan melahirkan generasi yang saleh serta mencintai Al-Qur'an.
Selain biaya sewa, YBM PLN melengkapi RQH dengan sejumlah sarana prasarana. Bantuan tersebut meliputi meja mengaji plastik, printer, papan tulis, lemari Al-Qur'an, kipas angin, dan karpet lipat.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UIW Papua dan Papua Barat, Irfan Djabar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang dakwah dan pendidikan.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa dana bantuan ini berasal dari zakat penghasilan pegawai Muslim PLN yang dikelola secara profesional oleh YBM.
"Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN terhadap pendidikan karakter dan agama di tengah masyarakat. Sebagaimana tugas utama kami dalam menerangi negeri dengan pasokan listrik, kami juga berharap bantuan ini dapat menjadi pelita yang memberikan kenyamanan serta semangat lebih bagi anak-anak di Rumah Qur'an Hamizan untuk terus mendalami Al-Qur'an," jelas Roberth.
Melalui program ini, PLN berharap kehadiran perusahaan tidak hanya dirasakan dari keandalan listrik, tetapi juga membawa manfaat sosial berkelanjutan bagi masyarakat Papua.***