PAPUA — Any, startup asal Belgia, resmi memperkenalkan LUV1, sebuah motor listrik modular yang menjawab keterbatasan kapasitas angkut kendaraan roda dua. Produk ini hadir sebagai jembatan antara kepraktisan motor dan fungsi bagasi mobil yang selama ini menjadi alasan utama orang memilih mobil di perkotaan Eropa.
Dengan kapasitas bagasi mencapai 120 liter, LUV1 mampu membawa berbagai barang mulai dari belanjaan mingguan, koper, hingga peralatan berkemah. Motor ini juga punya kecepatan maksimal 100 km/jam, setara dengan motor konvensional kelas menengah.
Keunggulan utama LUV1 terletak pada sistem modularnya. Pengguna bisa memilih bingkai terbuka atau tertutup dengan berbagai tipe panel, disesuaikan dengan kebutuhan: membawa hewan peliharaan, peralatan kerja, atau perlengkapan outdoor. Opsi tambahan lain termasuk kaca depan, rak, dan ponco hujan.
Desain motor ini digarap oleh Lowie Vermeersch, mantan direktur desain Pininfarina yang juga menjabat sebagai direktur kreatif Any. Kolaborasi ini menghasilkan kategori kendaraan baru yang disebut "life utility vehicles", yang menjadi dasar penamaan LUV1.
Dengan jarak tempuh yang mencapai 140 kilometer, LUV1 mampu bersaing dengan motor listrik dari pabrikan besar seperti Piaggio dan Harley-Davidson yang kini juga gencar merilis model elektrik. Pasar kendaraan roda dua Eropa diprediksi akan didominasi motor listrik pada 2030.
LUV1 dibanderol mulai €7.000 atau sekitar Rp 134 juta (kurs Rp 19.200 per euro). Harga final bergantung pada opsi kustomisasi yang dipilih melalui konfigurator di situs resmi Any. Calon pembeli bisa melakukan reservasi dengan membayar €49 (sekitar Rp 940 ribu), yang akan dikreditkan ke harga pembelian dan dapat dikembalikan penuh.
Startup ini mengklaim telah menerima lebih dari 600 reservasi dalam 100 hari pertama sejak peluncuran prototipe pada Mei lalu di Milan Design Week. Any juga telah mengumpulkan dana ventura sebesar €2,75 juta (sekitar Rp 52,7 miliar) dari sejumlah investor, termasuk tokoh-tokoh industri otomotif.
Erik de Winter, salah satu pendiri sekaligus CCO Any, mengatakan LUV1 menyasar pengguna di luar komunitas pengendara motor biasa. Pihaknya juga telah didekati oleh perusahaan logistik last-mile yang tertarik menggunakan LUV1 untuk operasional pengiriman.
Any berencana mengembangkan "portofolio kendaraan" di masa depan, termasuk kemungkinan kendaraan roda tiga. Namun sebelum itu, perusahaan membutuhkan tambahan dana sekitar €10 juta (sekitar Rp 192 miliar) dalam putaran pendanaan Seri A yang ditargetkan rampung akhir tahun ini untuk meningkatkan produksi LUV1.
Motor listrik modular ini paling cocok untuk pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan serbaguna untuk mobilitas harian sekaligus mengangkut barang bawaannya, tanpa harus beralih ke mobil. Bagi keluarga muda atau penggemar aktivitas outdoor di Indonesia, konsep LUV1 menawarkan alternatif menarik, meski harga dan ketersediaannya masih menjadi pertimbangan utama.