SERUI — Usaha budidaya ikan air tawar yang menjadi penopang ekonomi warga Kampung Ketuapi, Distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen, tengah tertekan. Ketua Pokdakan Tindafai, Yehuda Wayangkau, mengungkapkan produksi kelompoknya terus menurun sejak 2025 karena biaya pakan yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas.
Padahal, permintaan pasar sempat melonjak pada 2023 hingga 2024. Yehuda menuturkan, konsumen kerap datang langsung ke lokasi kolam atau meminta ikan diantar ke tempat mereka.
Permintaan Pasar Pernah Tembus 60 Kilogram Sekali Jual
“Dalam sekali penjualan, permintaan ikan rata-rata mencapai sekitar 25 kilogram dan pernah menembus hingga 60 kilogram. Hasil budidaya dipasarkan dengan harga sekitar Rp75 ribu per kilogram, termasuk kepada sejumlah warung makan di Serui,” terang Yehuda.
Namun, kondisi itu berbalik sejak tahun ini. Jumlah ikan di kolam tidak lagi sebanyak periode sebelumnya, sehingga kemampuan kelompok memenuhi pesanan ikut berkurang. “Untuk sementara memang masih ada ikan di kolam, tetapi jumlahnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pakan Ikan Jadi Kendala Utama Pembudidaya
Pokdakan Tindafai saat ini mengelola delapan kolam dengan 10 anggota. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah nila gift dan ikan mas, menggunakan kolam alami hingga kolam yang dilengkapi waring.
Yehuda menjelaskan, pakan merupakan kebutuhan pokok yang menentukan pertumbuhan ikan. Tingginya biaya dan sulitnya mendapatkan pakan menjadi ganjalan terbesar bagi para pembudidaya di Kepulauan Yapen.
“Kami berharap ada perhatian dari dinas terkait, khususnya untuk kelompok budidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kendala kami salah satunya adalah pakan, karena pakan merupakan kebutuhan pokok dalam usaha budidaya ikan,” tutur Yehuda.
Pernah Terima Bantuan Pemda pada 2022-2023
Usaha budidaya ikan di Kampung Ketuapi sebenarnya telah dirintis sejak 1992-1993. Pokdakan Tindafai sendiri resmi dibentuk pada 2012, dan pada tahun yang sama Yehuda mengikuti pelatihan budidaya ikan air tawar di Tulungagung untuk meningkatkan keterampilan mengelola usaha.
Kelompok ini pernah merasakan manfaat bantuan pemerintah pada 2022 dan 2023. Saat itu, bantuan berupa pakan ikan dinilai sangat membantu pertumbuhan ikan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.
Dengan adanya dukungan serupa, Yehuda berharap Pokdakan Tindafai dapat meningkatkan kembali produksi, memperluas pemasaran, serta berkontribusi bagi perekonomian anggota kelompok dan masyarakat Kampung Ketuapi. ***