PAPUA — Lionel Messi mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina pada Senin (31/8) malam WIB melalui akun media sosial pribadinya. Keputusan ini langsung memicu spekulasi besar di kalangan penggemar Tango mengenai masa depan tim, mengingat jejak prestasi dan statusnya yang tak tergantikan selama ini.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat, kepergian seorang megabintang bisa meninggalkan kekosongan yang sangat dalam, baik dari segi regulasi hingga mentalitas tim di lapangan.
Para pengamat dan pendukung setia Timnas Argentina kini mengaitkan situasi ini dengan apa yang terjadi setelah Diego Maradona gantung sepatu. Saat itu, Tim Tango harus menunggu lebih dari satu dekade untuk menemukan penerus takhta yang sahih, dan puasa gelar pun berlanjut selama 36 tahun lamanya.
Maradona terakhir membawa Argentina juara dunia pada 1986. Namun, periode keemasan tersebut tak berlanjut. Butuh waktu sangat panjang hingga akhirnya Messi muncul dan memecah kebuntuan dengan menjuarai Piala Dunia 2022 lalu.
Jika dibandingkan dengan Maradona, Messi justru lebih sukses dalam urusan mengoleksi piala. Total enam trofi berhasil diraihnya bersama skuad senior dan junior Albiceleste, termasuk satu gelar Piala Dunia, dua Copa America, satu Finalissima, medali emas Olimpiade, dan satu Piala Dunia U-20.
Selain trofi, Messi juga mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak, pencetak gol terbanyak, serta pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah Timnas Argentina. Rekor-rekor semacam ini tentu sangat sulit untuk disamai oleh generasi penerusnya dalam waktu dekat.
Setelah kepergian Messi, Argentina memang masih memiliki stok pemain muda berbakat. Beberapa nama seperti Nico Paz, Giuliano Simeone, Thiago Almada, hingga Valentin Barco kerap disebut-sebut sebagai calon penerus estafet kepemimpinan di lapangan.
Namun, memori kolektif tentang kegagalan menemukan pengganti Maradona membuat para penggemar bertanya-tanya, apakah talenta muda tersebut mampu langsung tampil konsisten di pentas tertinggi. Terakhir, Messi tercatat membawa Argentina melaju hingga babak final Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya memutuskan pensiun.
Pertanyaan besarnya kini bukan hanya soal regenerasi pemain, melainkan bagaimana skema permainan dan mentalitas juara dibangun kembali tanpa sosok sentral bernomor 10 yang selama ini menjadi katalisator kekuatan tim.