PAPUA — Amazon mengumumkan fitur lip-sync berbasis AI ini berlaku mulai Rabu (13/11) untuk Maxton Hall Seasons 1 dan 2 secara global dalam bahasa Inggris. Teknologi serupa juga akan disertakan ketika musim ketiga sekaligus musim terakhir serial tersebut tayang pada 9 Desember mendatang.
Maxton Hall adalah serial drama romantis berbahasa Jerman yang diadaptasi dari novel karya Mona Kasten. Musim ketiga yang akan datang diangkat dari novel berjudul Save Me yang terbit pada 2018.
Serial ini mencatatkan diri sebagai original series internasional paling banyak ditonton sepanjang sejarah Prime Video. Popularitasnya menjadi alasan utama Amazon memilih judul ini sebagai proyek percontohan untuk teknologi sulih suara terbarunya.
Fitur ini menggabungkan teknologi AI dengan efek visual (VFX) untuk menyesuaikan pergerakan mulut aktor dengan audio sulih suara manusia. Amazon menyebut hasilnya menciptakan pengalaman menonton yang mulus sehingga penonton bisa tetap fokus pada jalan cerita.
Kendati demikian, perusahaan tidak membeberkan detail spesifik soal alat AI apa saja yang digunakan dalam pengembangan fitur ini.
Raf Soltanovich, VP of Technology Prime Video dan Amazon MGM Studios, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih baik. "Dengan lip-syncing, kami menciptakan cara yang lebih mulus dan imersif bagi pelanggan untuk menikmati konten global," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Soltanovich menambahkan bahwa pihaknya juga memudahkan kreator untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Semua proses dilakukan di bawah pengawasan kreatif agar integritas visi artistik tetap terjaga.
"Kami terus mengeksplorasi penerapan AI yang praktis dan bermanfaat untuk meningkatkan pengalaman menonton, selalu dengan pelanggan sebagai pusat dan kreator sebagai pengemudi," kata Amazon dalam keterangannya.
Amazon memastikan teknologi ini akan diperluas ke lebih banyak judul di masa mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Prime Video untuk memperkuat posisi konten internasional di pasar global, termasuk Indonesia yang memiliki basis penggemar drama dan serial asing yang besar.
Dengan hadirnya fitur ini, penonton yang selama ini mengandalkan subtitle bisa mendapatkan alternatif menonton dengan sulih suara yang lebih nyaman di mata. Efeknya, serial non-Inggris seperti Maxton Hall berpeluang menjangkau audiens yang sebelumnya enggan menonton konten berbahasa asing.