PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengoperasikan KM Dobonsolo untuk rute pelayaran dari Manokwari menuju Sorong. Pelayaran kapal penumpang tersebut dijadwalkan berangkat dari Manokwari pada Jumat, 11 September 2026 pukul 01.00 WIT. Penyeberangan antarpelabuhan ini berlangsung dalam tempo sehari penuh hingga tiba di pelabuhan tujuan pada pukul 14.00 WIT.
Perjalanan laut dari Manokwari menuju Sorong hanya melewati dua pelabuhan singgah. KM Dobonsolo berlayar pada dini hari melintasi perairan Papua Barat. Penumpang menempuh perjalanan laut tanpa pergantian hari.
Setibanya di Sorong pada pukul 14.00 WIT, kapal tidak berhenti beroperasi lama. Armada yang sama langsung melanjutkan trayek jarak jauh pada hari tersebut. KM Dobonsolo dijadwalkan bertolak kembali dari Sorong pukul 17.00 WIT menuju Surabaya.
Rute lanjutan ke Surabaya melintasi empat pelabuhan perantara. Kapal diproyeksikan merapat di Pelabuhan Surabaya pada 15 September 2026 pukul 01.00 WIB. Pelayaran ganda ini merupakan bagian dari operasional liner terpadu.
KM Dobonsolo tergolong armada serbaguna milik PELNI. Kapal mengusung konsep 3-in-1 yang mampu mengangkut penumpang, muatan barang, serta kendaraan secara bersamaan. Desain multifungsi ini menunjang distribusi logistik antarpulau.
Kapal berbobot 14.403 GT tersebut dirakit pada tahun 1993 di galangan Meyer Werft, Papenburg, Jerman. Bentang panjangnya mencapai 146,5 meter. Kapasitas angkut resminya mencapai 1.974 penumpang dalam klasifikasi tipe 2.000 pax.
Area operasional kapal mencakup jaringan perairan luas di Indonesia timur dan tengah. Wilayah pelayarannya meliputi Sulawesi Selatan, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, dan Papua. Konektivitas kawasan perairan ini terus dipertahankan secara reguler.
PELNI mengoperasikan total sembilan jadwal keberangkatan kapal pada Jumat, 11 September 2026. Dari Banggai, KM Tilongkabila berangkat pukul 08.00 WITA menuju Kendari dengan rute melewati dua pelabuhan, dijadwalkan bersandar 12 September pukul 01.00 WITA. KM Nggapulu bertolak dari Makassar pukul 12.00 WITA melintasi empat pelabuhan dan tiba di Ambon pada 13 September pukul 14.00 WIT.
Keberangkatan sore dimulai pukul 17.00 WITA oleh KM Awu dari Kupang menuju Denpasar melalui lima pelabuhan, dengan estimasi tiba 14 September pukul 10.00 WITA. Dari Pontianak, KM Bukit Raya berangkat pukul 17.00 WIB menuju Jakarta Utara dan menjadi rute terpanjang dengan sembilan pelabuhan singgah, tiba 16 September pukul 09.00 WIB. Pada jam yang sama, KM Lawit meninggalkan Kotawaringin Barat pukul 17.00 WIB menuju Surabaya melewati dua pelabuhan hingga tiba 12 September pukul 22.00 WIB.
Dua kapal berlayar menjelang tengah malam. KM Labobar meninggalkan Kabupaten Tual pukul 21.00 WIT menuju Ambon melewati tiga pelabuhan, dijadwalkan tiba 12 September pukul 19.00 WIT. KM Labobar tercatat sebagai kapal berkapasitas terbesar di seluruh armada PELNI dengan daya tampung 3.084 penumpang. Pelabuhan Ambon kemudian memberangkatkan KM Sangiang pukul 23.59 WIT menuju Buru melewati dua pelabuhan dan sandar 12 September pukul 10.00 WIT.
Pergerakan armada tersebut menempatkan Ambon sebagai simpul laut paling sibuk. Pelabuhan Ambon melayani dua arus kedatangan kapal dari Makassar dan Tual. Jalur tersebut sekaligus melayani keberangkatan armada ke Buru.
Tiket kapal laut dapat dipesan melalui kanal digital resmi PELNI Mobile atau situs pelni.co.id. Calon penumpang juga bisa memanfaatkan layanan Contact Center 162. Pembelian tiket langsung tetap dilayani lewat loket resmi di pelabuhan keberangkatan.
Calon penumpang wajib datang ke pelabuhan minimal 2 jam sebelum jadwal keberangkatan. Dokumen identitas berupa KTP asli harus ditunjukkan petugas saat proses verifikasi. Pemeriksaan berkas dilakukan secara ketat.
Seluruh jadwal pelayaran bersifat fleksibel. Jadwal kapal Pelni bisa berubah sewaktu-waktu akibat faktor cuaca laut atau kendala teknis di lapangan. Penumpang diharapkan rutin memeriksa kepastian jam sandar kapal secara berkala.
| Kapal | Rute | Berangkat | Tiba | Singgah |
|---|---|---|---|---|
| KM.Dobonsolo | Manokwari → Sorong | 01.00 WIT | 11 Sep, 14.00 WIT | 2 pelabuhan |
| KM.Tilongkabila | Banggai → Kendari | 08.00 WITA | 12 Sep, 01.00 WITA | 2 pelabuhan |
| KM.Nggapulu | Makassar → Ambon | 12.00 WITA | 13 Sep, 14.00 WIT | 4 pelabuhan |
| KM.Awu | Kupang → Denpasar | 17.00 WITA | 14 Sep, 10.00 WITA | 5 pelabuhan |
| KM.Bukit Raya | Pontianak → Jakarta Utara | 17.00 WIB | 16 Sep, 09.00 WIB | 9 pelabuhan |
| KM.Dobonsolo | Sorong → Surabaya | 17.00 WIT | 15 Sep, 01.00 WIB | 4 pelabuhan |
| KM.Lawit | Kotawaringin Barat → Surabaya | 17.00 WIB | 12 Sep, 22.00 WIB | 2 pelabuhan |
| KM.Labobar | Kab. Tual → Ambon | 21.00 WIT | 12 Sep, 19.00 WIT | 3 pelabuhan |
| KM.Sangiang | Ambon → Buru | 23.59 WIT | 12 Sep, 10.00 WIT | 2 pelabuhan |
Tipe 2.000 pax (3-in-1: penumpang, barang, kendaraan), dibangun 1993 di galangan Meyer Werft, Papenburg, Jerman. Kapasitas 1.974 penumpang, bobot 14.403 GT, panjang 146,5 meter. Wilayah pelayaran: Sulawesi Selatan, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Papua.
Datang minimal 2 jam sebelum keberangkatan, bawa KTP asli. Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu.