CATL Peringatkan Perang Harga Ancam Kualitas Baterai Mobil Listrik

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 12 September 2026 | 20:36:01 WIB
Ketua CATL Robin Zeng menyampaikan peringatan soal dampak perang harga terhadap kualitas baterai mobil listrik dalam Konferensi Baterai Dunia 2026 di Sichuan.

PAPUA — Pasar mobil listrik Tiongkok bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak awal 2026, lebih dari 600 model baru diluncurkan — rata-rata sekitar tiga model setiap hari. Menurut Tang Yuqun, laju itu memaksa waktu pengujian dan inspeksi baterai dipersingkat, dan kegagalan produksi pun muncul di banyak lini.

Siapa yang Memperingatkan dan di Forum Apa

Robin Zeng, Ketua CATL, mengangkat isu ini dalam Konferensi Baterai Dunia 2026 yang berlangsung di Sichuan pada 3 September 2026. Peringatannya bukan tanpa dasar. Ia menyoroti bagaimana tekanan jadwal peluncuran model baru berimbas langsung ke proses quality control di lini baterai.

Waktu uji yang dipangkas demi mengejar jadwal menjadi titik lemah. Kegagalan produksi dilaporkan terjadi di sejumlah lini, dan itu yang mendorong Zeng menyebut risiko cacat kualitas berada di tingkat mengkhawatirkan.

Dua Kasus yang Jadi Latar Peringatan

Peringatan itu tidak muncul di ruang kosong. Industri otomotif Tiongkok baru-baru ini mencatat sejumlah skandal kualitas baterai yang cukup besar.

  • Desember 2025: Viridi, anak perusahaan Geely, menggugat produsen baterai Sunwoda atas sel baterai cacat. Sunwoda dipaksa membayar kompensasi 608 juta yuan.
  • Sebelumnya: sekitar 213.000 kendaraan GAC Aion yang memakai baterai CALB mengalami masalah baterai membengkak hingga berbentuk seperti pisang. Akibatnya kehilangan daya dan membahayakan keselamatan operasional.

Kenapa "Bentuk Pisang" Bukan Sekadar Cacat Kosmetik

Baterai yang membengkak bukan masalah tampilan. Pada kasus GAC Aion, pembengkakan sel menyebabkan kehilangan daya dan berujung pada risiko keselamatan saat kendaraan beroperasi. Ini jenis kegagalan yang tidak bisa ditutupi oleh pembaruan software atau servis rutin.

Skala 213.000 unit menunjukkan masalahnya sistemik, bukan insiden satu-dua unit. Ketika cacat menyentuh angka ratusan ribu kendaraan, dampaknya bergerak dari keluhan konsumen ke ranah keselamatan publik dan potensi penarikan massal.

Perang Harga sebagai Akar Masalah

Tekanan harga jual memaksa produsen menekan biaya di semua lini, termasuk komponen baterai. Di saat yang sama, jadwal peluncuran model baru menuntut pasokan cepat. Kombinasi keduanya mempersempit ruang untuk pengujian yang memadai.

Dalam konteks itu, peringatan Zeng menyasar dua sisi sekaligus: produsen baterai yang mengejar volume, dan merek mobil yang mengejar jadwal. Keduanya berkontribusi pada melemahnya standar inspeksi.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Peringatan ini spesifik menyoroti pasar Tiongkok — belum ada indikasi sejauh mana pola serupa terjadi di pasar lain.
  • Kasus Viridi vs Sunwoda dan GAC Aion vs CALB adalah dua contoh yang disebut; belum ada data berapa banyak kasus serupa yang tidak sampai ke pengadilan atau publik.
  • Belum ada pernyataan resmi soal langkah perbaikan standar inspeksi dari asosiasi industri atau regulator Tiongkok dalam bahan ini.

Bagi konsumen, sinyalnya jelas: laju peluncuran model yang cepat tidak otomatis berarti kualitas baterai ikut matang. Sejarah dua kasus di atas menunjukkan bahwa cacat sel bisa lolos ke produksi massal dan baru ketahuan setelah ribuan unit beroperasi di jalan.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top