PAPUA — Pasar mobil listrik Tiongkok bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak awal 2026, lebih dari 600 model baru diluncurkan — rata-rata sekitar tiga model setiap hari. Menurut Tang Yuqun, laju itu memaksa waktu pengujian dan inspeksi baterai dipersingkat, dan kegagalan produksi pun muncul di banyak lini.
Robin Zeng, Ketua CATL, mengangkat isu ini dalam Konferensi Baterai Dunia 2026 yang berlangsung di Sichuan pada 3 September 2026. Peringatannya bukan tanpa dasar. Ia menyoroti bagaimana tekanan jadwal peluncuran model baru berimbas langsung ke proses quality control di lini baterai.
Waktu uji yang dipangkas demi mengejar jadwal menjadi titik lemah. Kegagalan produksi dilaporkan terjadi di sejumlah lini, dan itu yang mendorong Zeng menyebut risiko cacat kualitas berada di tingkat mengkhawatirkan.
Peringatan itu tidak muncul di ruang kosong. Industri otomotif Tiongkok baru-baru ini mencatat sejumlah skandal kualitas baterai yang cukup besar.
Baterai yang membengkak bukan masalah tampilan. Pada kasus GAC Aion, pembengkakan sel menyebabkan kehilangan daya dan berujung pada risiko keselamatan saat kendaraan beroperasi. Ini jenis kegagalan yang tidak bisa ditutupi oleh pembaruan software atau servis rutin.
Skala 213.000 unit menunjukkan masalahnya sistemik, bukan insiden satu-dua unit. Ketika cacat menyentuh angka ratusan ribu kendaraan, dampaknya bergerak dari keluhan konsumen ke ranah keselamatan publik dan potensi penarikan massal.
Tekanan harga jual memaksa produsen menekan biaya di semua lini, termasuk komponen baterai. Di saat yang sama, jadwal peluncuran model baru menuntut pasokan cepat. Kombinasi keduanya mempersempit ruang untuk pengujian yang memadai.
Dalam konteks itu, peringatan Zeng menyasar dua sisi sekaligus: produsen baterai yang mengejar volume, dan merek mobil yang mengejar jadwal. Keduanya berkontribusi pada melemahnya standar inspeksi.
Bagi konsumen, sinyalnya jelas: laju peluncuran model yang cepat tidak otomatis berarti kualitas baterai ikut matang. Sejarah dua kasus di atas menunjukkan bahwa cacat sel bisa lolos ke produksi massal dan baru ketahuan setelah ribuan unit beroperasi di jalan.