Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua mendorong pelaku UMKM di daerah itu memperluas jaringan kerja sama hingga menembus pasar ekspor. Kepala Kanwil DJPb Papua Izharul Haq menyebut UMKM menyumbang hampir 30-40 persen dari total ekonomi Indonesia dan terbukti membuat ekonomi nasional bertahan saat krisis COVID-19. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, swasta, dan perbankan dinilai jadi kunci agar UMKM Papua naik kelas.
JAYAPURA — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah itu terus memperluas kerja sama dan mengembangkan usaha hingga mampu menjangkau pasar ekspor. Harapan itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua Izharul Haq di Jayapura, Jumat.
Menurut Izharul, UMKM memegang peran besar dalam menopang perekonomian daerah maupun nasional. Kontribusinya tercatat hampir 30-40 persen dari total ekonomi Indonesia.
Izharul menegaskan sektor UMKM menjadi salah satu penopang utama ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Sektor ini yang membuat ekonomi tetap bertahan.
"Jadi UMKM itu menyumbang hampir 30-40 persen dari total ekonomi yang ada di Indonesia seperti itu. Sehingga pada saat kondisi COVID-19 namun Indonesia tetap survive itu dari UMKM," katanya.
Selain itu, UMKM berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebagian pelaku usaha bergerak di sektor informal dan aktivitasnya belum seluruhnya tercatat dalam statistik, tetapi perannya tetap terlihat dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Izharul menekankan dukungan terhadap UMKM Papua harus berkelanjutan. Kegiatan sesaat dinilai tidak cukup untuk membuat pelaku usaha bertahan dan berkembang.
"Karena itu UMKM perlu terus didukung agar mampu bertahan, berkembang, dan meningkatkan skala usahanya. Dukungan tersebut tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat, tetapi harus berkelanjutan," ujar dia.
Kementerian Keuangan melalui DJPb akan terus menjalankan berbagai kegiatan untuk mendukung pengembangan UMKM. Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
"Yang penting adalah kolaborasi. Jadi kami tidak hanya di Kementerian Keuangan, pihak swasta juga memberikan dukungan," katanya.
Izharul menyoroti pentingnya peran sektor perbankan dalam memberikan dukungan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Sinergi antara pemerintah, swasta, perbankan, dan pihak lain dinilai menentukan penguatan kapasitas UMKM Papua.
Dengan dukungan tersebut, UMKM Papua diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga memperluas jaringan kerja sama, meningkatkan skala bisnis, dan membuka peluang menjangkau pasar yang lebih luas hingga ekspor.