Pencarian

BYD Atto 1 Hanya Rp 250 Jutaan, Wuling dan Jaecoo Juga Siapkan Mobil Listrik di Bawah Rp 400 Juta

Selasa, 16 Juni 2026 • 22:05:31 WIB
BYD Atto 1 Hanya Rp 250 Jutaan, Wuling dan Jaecoo Juga Siapkan Mobil Listrik di Bawah Rp 400 Juta
BYD Atto 1 hadir dengan harga terjangkau di bawah Rp 250 juta di pasar mobil listrik Indonesia.

PAPUA — Jika sebelumnya mobil listrik murni (BEV) di Indonesia identik dengan harga di atas Rp 500 juta, kini peta persaingan berubah drastis. Setidaknya ada belasan model dari berbagai merek yang sudah dipasarkan dengan harga di bawah Rp 400 juta. Mulai dari BYD Atto 1 yang dibanderol kurang dari Rp 250 juta, hingga Wuling Air EV yang varian termahalnya dihargai Rp 307 juta.

Fenomena ini tidak lepas dari gempuran merek asal China yang agresif membawa produk elektrifikasi ke pasar domestik. Sejak Hyundai dan Wuling membuka gerbang elektrifikasi massal, kini pilihan konsumen jauh lebih beragam.

BYD dan Grup Chery: Dua Kekuatan Baru di Segmen Rp 300 Jutaan

BYD menjadi salah satu pemain paling agresif. Selain Atto 1 yang harganya di bawah Rp 250 juta, mereka juga menjual Dolphin trim Dynamic seharga Rp 369 juta. Sementara itu, M6 EV varian Standard dibanderol Rp 383 juta. Menariknya, meski Atto 1 sempat menjadi primadona, penjualannya belakangan disebut turun drastis imbas transisi produksi lokal yang tengah dilakukan BYD.

Dari grup Chery, Omoda E5 Pure dijual Rp 379,9 juta. Namun yang paling mencuri perhatian adalah Jaecoo J5 EV Premium dengan harga Rp 309,9 juta. Model ini disebut laris manis dan menjadi andalan Chery di segmen hatchback listrik. Bersaing ketat dengannya, GWM Ora 03 yang dibanderol Rp 369 juta juga ikut meramaikan pasar meski penjualannya belum setinggi J5 EV.

Wuling Kuasai Jumlah Model, Jaecoo Kuasai Hati Konsumen

Wuling menjadi merek dengan jajaran model BEV termurah terbanyak. Empat model dijual di kisaran Rp 300 jutaan: Air EV (Rp 307 juta), Binguo EV (Rp 318 juta-Rp 363 juta), Darion EV (Rp 399 juta), dan Eksion EV (Rp 389 juta). Harga tersebut merupakan varian terendah untuk Darion dan Eksion, namun tetap kompetitif di kelasnya.

Wuling sudah lama berjualan di Indonesia dan paham selera konsumen lokal. Meski begitu, persaingan semakin ketat setelah BYD dan Chery masuk dengan lini produk unggulan. Jaecoo, misalnya, hanya mengandalkan satu model—J5 EV—tetapi mampu bertahan di tengah gempuran kompetitor yang menjual lebih banyak varian.

Pilihan Lain: Citroen, MG, Polytron, hingga VinFast

Beberapa merek lain juga ikut meramaikan segmen ini. Citroen e-C3 dibanderol Rp 369 juta, MG S5 EV dijual Rp 333,9 juta hingga Rp 355,9 juta, dan Polytron G3 dihargai Rp 329,5 juta-Rp 373,5 juta. VinFast hadir dengan dua model: e34 seharga Rp 320,85 juta dan VF 6 dengan sistem sewa baterai mulai Rp 308 juta atau tanpa sewa baterai Rp 334,9 juta-Rp 397 juta.

Pasar mobil listrik murah di Indonesia kini benar-benar terbuka lebar. Konsumen tidak lagi harus merogoh kocek lebih dari Rp 500 juta untuk merasakan kendaraan listrik. Pertarungan harga dan fitur antar merek dipastikan akan semakin sengit sepanjang 2026.

Bagikan
Sumber: ridertua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks