JAYAPURA — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Erika Verayanti Lumban Gaol menekankan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan strategi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus membuka peluang magang. Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada sesi edukasi di kelas, tetapi juga dirancang agar mahasiswa bisa langsung praktik di lapangan.
Materi Kuliah Umum: dari Konsep SJSN hingga Tata Kelola Kepesertaan
Dalam kuliah umum tersebut, para peserta diperkenalkan dengan konsep asuransi kesehatan sosial, perbedaannya dengan asuransi kesehatan komersial, hingga penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Erika menjelaskan bahwa pemahaman ini penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi peserta yang patuh, tetapi juga mampu menjadi agen sosialisasi prinsip gotong royong dalam jaminan kesehatan nasional.
Mahasiswa Ingin Praktik Langsung, Bukan Sekadar Teori
Salah satu mahasiswa Prodi Administrasi Kesehatan, Ironimus Baransano, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kuliah umum ini memberikan gambaran lebih luas tentang mekanisme pendaftaran, kepesertaan, dan tata kelola program JKN di lapangan.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga siap menghadapi implementasi di dunia kerja, khususnya di sektor pelayanan kesehatan," kata Ironimus.
Program Magang Jadi Jembatan antara Kampus dan Dunia Kerja
Ke depan, BPJS Kesehatan Cabang Jayapura berencana memperluas kerja sama ini ke program magang. Erika menyebut bahwa pengalaman praktik yang relevan akan membantu mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan yang sudah diperoleh selama kuliah.
"Dengan adanya kolaborasi seperti ini, kami berharap nantinya mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan tersebut melalui program magang di BPJS Kesehatan," ujarnya.
Langkah ini dinilai strategis mengingat kebutuhan tenaga administrasi kesehatan yang paham sistem jaminan sosial nasional terus meningkat di Papua.