Pencarian

Target Stabil di 2026, Pertamina Trans Kontinental Kantongi Laba Rp1,32 Triliun

Jumat, 26 Juni 2026 • 13:48:31 WIB
Target Stabil di 2026, Pertamina Trans Kontinental Kantongi Laba Rp1,32 Triliun
Armada PT Pertamina Trans Kontinental mencapai tingkat keandalan tinggi dengan 370 kapal operasional.

PAPUA — PTK mengelola 370 armada kapal dengan tingkat keandalan operasional yang tinggi. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan fleet commercial days mencapai 358,52 hari, commission days 120.118 hari, dan commercial days 119.390 hari. Angka ini menjadi modal untuk menghadapi target stabilisasi kinerja di 2026.

Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan perseroan akan mengoptimalkan biaya dan memperluas pangsa pasar, terutama di lini layanan keagenan. “PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, dan pengembangan bisnis baru,” ujarnya dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (25/6).

PTK memiliki empat lini bisnis utama: penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik pantai, serta layanan keagenan untuk administrasi pelayaran.

Layanan Keagenan Incar Kapal Non-Pertamina

Direktur Operasional PTK, Yudi Wibisono, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi peluang untuk meningkatkan optimalisasi di setiap lini seiring naiknya kebutuhan logistik. Fokus utama adalah memperluas layanan keagenan, yang tidak hanya melayani kapal internal Pertamina Group, tetapi juga kapal non-Pertamina, termasuk yang bersandar di pelabuhan luar negeri.

“Salah satu yang akan kami giatkan adalah layanan keagenan, karena PTK tidak hanya melayani kebutuhan administrasi pelayaran bagi bisnis captive, namun lebih dari itu yakni kapal non Pertamina,” jelas Yudi.

Komitmen Keselamatan dan Emisi Nol Bersih

Direktur Pemasaran PTK, Albertus Anto Budi Santosa, menambahkan bahwa keandalan operasional dan standar keselamatan tinggi menjadi prioritas. Sejak 2025, PTK mencanangkan program Vision Zero yang menargetkan nihil kecelakaan, nihil polusi, dan nihil kecurangan bahan bakar. “Program ini merupakan komitmen PTK dalam menjaga aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE),” ujarnya.

Di sisi lingkungan, PTK mencatatkan penurunan emisi sebesar 66.721 ton CO2e sepanjang 2025. Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, mengungkapkan bahwa pengurangan emisi dilakukan melalui program Green Energy, seperti penggunaan bahan bakar dual fuel LNG, panel surya, dan baterai sebagai alternatif generator di sejumlah kapal. “Dekarbonisasi berasal dari inovasi Green Energy Program, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan,” jelas Dewi.

Langkah ini sejalan dengan target net zero emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah Indonesia dan menjadi bagian dari program dekarbonisasi Pertamina Group secara keseluruhan.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks