JAYAPURA — Pertamina memastikan pasokan BBM di Papua aman. Kapal pengangkut secara berkala melakukan pengisian ke terminal-terminal setiap empat hari sekali untuk menjaga stok tetap stabil.
“Kami terus melakukan perencanaan agar proses suplai dari terminal ke SPBU berjalan lancar dan tepat waktu. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Pjs Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Bramantyo Rahmadi di Jayapura, Jumat.
Ketahanan Stok Capai 12 Hari
Bramantyo menjelaskan, pihaknya menjaga ketahanan stok BBM di kisaran 10 hingga 12 hari. Angka ini dianggap cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau gangguan distribusi di lapangan.
“Stok itu terus kami jaga,” tegasnya.
Penyaluran Solar Bersubsidi Tembus 3.060 Kiloliter
Khusus untuk BBM jenis solar bersubsidi, Pertamina mencatat telah menyalurkan sebanyak 3.060 kiloliter (kl) selama periode Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut masih di bawah kuota yang ditetapkan pemerintah untuk Provinsi Papua tahun ini, yakni sebesar 38.205 kl.
Menariknya, konsumsi solar bersubsidi di bulan Mei 2026 mengalami peningkatan sebesar 8 persen dibandingkan rata-rata penyaluran bulanan pada Januari hingga April. Hal ini mengindikasikan aktivitas ekonomi dan transportasi di Papua mulai bergerak lebih cepat.
Tiga Terminal Jadi Andalan Distribusi
Tiga terminal pengisian BBM milik Pertamina yang menjadi tulang punggung distribusi adalah terminal Serui, Biak, dan Jayapura. Ketiganya melayani kebutuhan BBM di berbagai wilayah di Papua, termasuk daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Dengan pola suplai yang terjadwal setiap empat hari sekali, Pertamina optimistis tidak akan terjadi kekosongan stok. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik.