BIAK — Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi penerimaan kontingen Pesparawi Nasional XIV di halaman Kantor Bupati Biak Numfor, Selasa (30/6). Wakil Bupati Jimmy CR Kapissa secara langsung menyambut 250 peserta yang baru kembali dari Manokwari, Papua Barat, usai berlaga di ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional.
Enam Medali Emas dari Tangan Peserta Biak
Kontingen Papua secara keseluruhan membawa pulang sepuluh medali emas dan dua medali perak dari Pesparawi Nasional XIV. Dari jumlah tersebut, enam medali emas dihasilkan oleh peserta paduan suara Gerejawi perwakilan Kabupaten Biak Numfor.
Capaian itu disebut Wabup Jimmy Kapissa sebagai kebanggaan tersendiri bagi daerah. "Atas nama jajaran Pemkab Biak Numfor dan Bupati Markus Octovianus Mansnembra saya mengucapkan terima kasih kepada semua peserta," ujarnya saat menerima kontingen.
Pesta Iman yang Memuliakan
Dalam sambutannya, Wabup Jimmy menekankan makna spiritual di balik kompetisi ini. Menurutnya, Pesparawi Nasional XIV bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan pesta iman bagi umat Kristiani dari seluruh Indonesia.
"Peserta menyanyi dan memuji untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus," jelas Jimmy. Ia juga berharap keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi kontingen Biak Numfor untuk menghadapi Pesparawi Provinsi Papua yang akan digelar di Kabupaten Waropen pada 2027.
Prosesi Penyerahan Bendera Kontingen
Rangkaian acara penyambutan diawali dengan penyerahan bendera kontingen dari Sekretaris DPRK selaku ketua kontingen kepada Wabup Jimmy CR Kapissa. Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah yang juga Pj Sekda ZL Mailoa.
Prosesi simbolis itu menandai berakhirnya tugas kontingen Biak Numfor di ajang nasional sekaligus awal persiapan menuju kompetisi tingkat provinsi mendatang. Wabup Jimmy mengapresiasi kerja keras seluruh peserta dan official yang telah mengharumkan nama Biak Numfor di kancah nasional.