Pencarian

UEFA Nyatakan Perang ke FIFA Usai Kontroversi Pencabutan Sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 • 00:36:31 WIB
UEFA Nyatakan Perang ke FIFA Usai Kontroversi Pencabutan Sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia
Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengkritik keputusan FIFA membatalkan sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia.

PAPUA — Ketegangan antara UEFA dan FIFA mencapai titik didih baru pada Senin (16/6) kemarin. Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara langsung mengesahkan pernyataan keras yang menyerang FIFA, sebuah langkah yang oleh banyak pengamat disebut sebagai deklarasi perang terbuka antara dua kubu sepak bola global.

Keputusan FIFA yang Memicu Kemarahan Eropa

FIFA menggunakan Pasal 27 kode disiplinnya untuk membatalkan sanksi Balogun di tengah turnamen. UEFA menilai langkah ini merusak "integritas pertandingan" dan "kredibilitas kompetisi". Ini bukan pertama kalinya FIFA menggunakan pasal serupa—mereka juga membersihkan Cristiano Ronaldo dari sanksi tahun lalu.

Keputusan ini memicu protes keras dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Sumber internal RBFA menyebut mereka tidak lagi berharap FIFA akan berbalik arah. "Kami tengah menjajaki opsi hukum lain, termasuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne setelah turnamen selesai," ujar sumber tersebut.

Pertarungan Dua Presiden: Ceferin vs Infantino

Ketegangan Ceferin dan Gianni Infantino sudah membara sejak 2018, saat Infantino mengusulkan perluasan Piala Dunia Antarklub. Ide itu akhirnya terwujud di AS tahun lalu, dan FIFA kini ingin memperbesar turnamen dari 32 menjadi 48 tim pada 2029.

Yang memperkeruh suasana adalah perbedaan pendapatan. UEFA meraup hampir €5 miliar per tahun dari Liga Champions—angka yang diprediksi naik 20% tahun depan. Sementara FIFA, yang pendapatan empat tahunannya mencapai $14 miliar, mayoritas berasal dari Piala Dunia, kini mengincar kue kompetisi antarklub.

Puncak Ketegangan yang Tak Pernah Reda

Bulan Mei 2025 menjadi saksi aksi walk-out delegasi Eropa—termasuk Ceferin dan Ketua FA Inggris Debbie Hewitt—dari Kongres FIFA di Paraguay. Protes mereka dipicu keterlambatan Infantino yang sedang menghadiri pertemuan puncak di Timur Tengah bersama Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Setelah insiden itu, sempat ada gencatan senjata informal. Kedua petinggi sama-sama akan mencalonkan diri kembali tahun depan, sehingga sepakat menahan diri. Tapi keputusan Balogun menghancurkan gencatan itu seketika.

Langkah UEFA Selanjutnya: Dukung Belgia ke CAS?

UEFA bisa memberikan dukungan hukum bagi Belgia jika mereka menggugat FIFA ke CAS. Dengan keahlian UEFA dalam hukum Swiss, dukungan itu akan sangat berarti. "Kami juga bisa mempersulit FIFA dengan cara-cara lain," ujar seorang pejabat UEFA yang enggan disebut namanya.

Yang menarik, sebagian besar klub besar Eropa justru mendukung perluasan Piala Dunia Antarklub karena alasan finansial. Namun Ceferin secara pribadi menolak, khawatir format 48 tim akan memperkuat dominasi klub elite sekaligus mengancam supremasi Liga Champions.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks