JAKARTA — Duka kembali menyelimuti Tanah Papua. Dalam rentetan kekerasan bersenjata pekan lalu, dua nyawa melayang: Melkiana Duwitau (31), ibu hamil yang tewas dalam kontak tembak antara aparat dan TPNPB-OPM di Kabupaten Intan Jaya, Kamis (2/7/2026); serta Capt. Nicholas Gosselin, pilot warga Amerika Serikat yang menjadi korban penyerangan dan pembakaran pesawat AMA PK-RCY di Kabupaten Yahukimo pada hari yang sama.
Komarudin Watubun menyampaikan belasungkawa mendalam atas kedua peristiwa tersebut. "Setiap tetes darah yang tumpah di Tanah Papua adalah luka bagi kemanusiaan dan duka bagi seluruh Bangsa Indonesia. Tidak ada satu pun keluarga yang menginginkan kehilangan orang yang mereka cintai," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dialog Damai Jadi Satu-satunya Jalan Keluar
Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan akar masalah. Menurutnya, konflik bersenjata yang terus berulang hanya memperpanjang penderitaan masyarakat sipil dan mengancam hak dasar warga negara untuk hidup aman.
"Tidak ada kemenangan yang lahir dari darah rakyat. Yang dibutuhkan Papua hari ini bukan semakin banyak kekerasan, melainkan semakin banyak ruang dialog, keadilan, dan kemanusiaan," kata Komarudin.
Ia mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan mengedepankan penyelesaian konflik melalui dialog yang damai dan bermartabat.
Negara Diminta Hadir dengan Pendekatan Terukur
Kepada pemerintah pusat, Komarudin meminta langkah penanganan konflik dilakukan secara lebih serius dan terukur. Keselamatan warga sipil, menurutnya, harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan di lapangan. Negara, lanjut dia, wajib memulihkan ketertiban, menegakkan hukum secara adil tanpa tebang pilih, serta menjamin masyarakat Papua dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
"Kekerasan tidak akan pernah menjadi jalan keluar. Yang lahir dari kekerasan hanyalah penderitaan yang semakin panjang dan hilangnya kesempatan bagi tanah Papua untuk tumbuh dalam kedamaian," tambahnya.
Perkuat Musyawarah Lokal dan Kearifan Budaya
Komarudin mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, akademisi, dan jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat ruang-ruang musyawarah di tingkat lokal. Ia menilai Papua memiliki modal sosial dan nilai-nilai kearifan budaya yang kuat untuk menyelesaikan persoalan melalui pendekatan kekeluargaan dan saling menghormati.
Menurutnya, pemulihan situasi keamanan merupakan prasyarat utama sebelum mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua. Tanpa rasa aman, program pembangunan apa pun akan sulit berjalan dan tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.