Pencarian

Menteri Pertanian Sebut Teknologi Pertanian di Merauke Setara Jepang, Produktivitas Naik Jadi 7 Ton Per Hektare

Minggu, 12 Juli 2026 • 13:26:41 WIB
Menteri Pertanian Sebut Teknologi Pertanian di Merauke Setara Jepang, Produktivitas Naik Jadi 7 Ton Per Hektare
Menteri Pertanian meninjau pengembangan pertanian modern di Merauke, Papua Selatan.

MERAUKE — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian di Papua sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan pertanian berbasis mekanisasi dan teknologi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dinilai telah menunjukkan kemajuan signifikan dan menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat.

Saat meninjau pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Kampung Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap kemampuan generasi muda Papua dalam mengoperasikan berbagai peralatan pertanian modern.

Teknologi Setara Jepang dan Amerika

“Teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan itu sejajar dengan Jepang, yang digunakan di Amerika dan negara-negara lain,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Penguasaan teknologi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa transformasi sektor pertanian di Papua berjalan seiring dengan perkembangan pertanian di berbagai negara maju. Kehadiran alat dan mesin pertanian modern juga membuka peluang bagi peningkatan efisiensi kerja di lapangan, sehingga proses budidaya dapat dilakukan lebih cepat dan produktif.

Dampak pada Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Modernisasi pertanian di Merauke telah diterapkan mulai dari proses tanam menggunakan rice transplanter, pemanfaatan drone untuk mendukung kegiatan budidaya, hingga penggunaan combine harvester saat panen. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat seluruh rangkaian produksi pertanian.

Hasilnya, produktivitas panen yang sebelumnya rata-rata sekitar tiga ton gabah per hektare kini meningkat menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lokasi. Peningkatan intensitas tanam juga terjadi—lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun, kini mencapai dua kali musim tanam setiap tahun.

“Makanya, mereka menggunakan drone, tanam menggunakan rice transplanter, menggunakan combine harvester, itu luar biasa,” tambah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Transfer Teknologi untuk Generasi Muda Papua

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, keberhasilan tersebut tidak hanya menghadirkan perubahan pada aspek teknologi, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia yang semakin kompetitif. Generasi muda Papua kini memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan sebagai operator teknologi pertanian modern sekaligus menjadi penggerak pembangunan sektor pangan di wilayahnya.

“Inilah tujuan transfer teknologi kepada putra-putri terbaik daerah ini,” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mengungkapkan rasa bangga setelah menyaksikan langsung perubahan yang terjadi di lapangan, termasuk meningkatnya kesejahteraan para operator alat pertanian modern yang berasal dari Papua.

“Tapi hari ini lelah saya terbayar karena mendengar berita baik dari para putra daerah berhasil,” pungkas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pengembangan Berkelanjutan Papua sebagai Pusat Pangan Nasional

Pemerintah memastikan pengembangan pertanian modern di Papua akan terus diperkuat melalui pendampingan, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta pengembangan teknologi mulai dari pembibitan hingga pascapanen. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Papua sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Bagikan
Sumber: minews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks