JAYAPURA — Melimpahnya produksi telur ayam di Papua membuat peternak lokal khawatir. Sekretaris Asosiasi Peternak Ayam Petelur Tanah Tabi (APTT) Aris mengakui produksi telur saat ini memang melimpah, bukan hanya dari hasil peternak di wilayah Tanah Tabi yang meliputi Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom, serta Sarmi, tetapi juga karena ada pasokan dari luar daerah.
APTT mencatat jumlah peternak yang tergabung mencapai 110 peternak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 peternak dengan total ternak 647.821 ekor sedang dalam masa produksi.
Kelebihan Produksi Capai 135.071 Butir Per Hari
Data APTT menunjukkan para peternak ayam petelur memproduksi 565.712 butir telur per hari. Sementara itu, kebutuhan harian di wilayah setempat hanya 439.641 butir. Artinya, terdapat kelebihan produksi sebanyak 135.071 butir setiap harinya.
Kondisi ini membuat para peternak berharap ada regulasi yang mengatur pasokan telur dari luar Papua. "Kami para peternak ayam telur berharap pasokan telur dari luar Papua dibatasi sehingga produksi telur lokal dapat terserap di masyarakat," ujar Aris.
Distribusi Telur ke Wilayah Pegunungan dan Pesisir
Selain memenuhi kebutuhan di empat kabupaten dan kota se-Tanah Tabi, produksi telur juga dikirim ke wilayah Papua Pegunungan melalui Wamena. Daerah lain yang menjadi tujuan distribusi antara lain Kabupaten Mamberamo Raya, Kepulauan Yapen, dan Waropen.
Namun, untuk Kabupaten Biak Numfor, Aris mengatakan pihaknya tidak bisa memasok kebutuhan wilayah itu karena sudah dipenuhi oleh peternak ayam petelur setempat.
Pemprov Cari Solusi Agar Telur Tidak Menumpuk
Pemerintah Provinsi Papua tidak tinggal diam. Plt Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua drh Sri Utami menyatakan saat ini dinas terkait, termasuk Dinas Perdagangan Papua, sedang berupaya mencari solusi untuk menyalurkan telur-telur tersebut agar tidak menumpuk.
"Saat ini dinas terkait termasuk Dinas Perdagangan Papua sedang berupaya untuk mencari solusi guna menyalurkan telur-telur tersebut sehingga tidak menumpuk," kata drh Sri Utami di Jayapura.