Pencarian

Fiji dan Tonga Jajaki Kemitraan Pasokan Bahan Bakar Alternatif, Cari Mitra Baru di Malaysia dan Korea

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:52:31 WIB
Fiji dan Tonga Jajaki Kemitraan Pasokan Bahan Bakar Alternatif, Cari Mitra Baru di Malaysia dan Korea
Menteri Luar Negeri Fiji, Sakiasi Ditoka, bertemu dengan perwakilan PETRONAS di Kuala Lumpur untuk membahas potensi kemitraan pasokan bahan bakar.

JAYAPURA — Fiji dan Tonga sedang mencari mitra baru untuk menjamin keamanan pasokan bahan bakar mereka di tengah gejolak harga global dan gangguan rantai pasok internasional. Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Fiji, Sakiasi Ditoka, baru-baru ini mengadakan diskusi dengan mitranya di Malaysia dan Korea mengenai potensi kemitraan pasokan bahan bakar.

Dalam kunjungannya ke Kuala Lumpur, Ditoka bertemu dengan perwakilan PETRONAS, perusahaan minyak dan gas milik negara Malaysia yang mengelola sumber daya energi dari hulu ke hilir. Ia juga membahas pasokan bahan bakar dan pilihan energi terbarukan selama kunjungannya ke Korea, serta melakukan diskusi serupa di Singapura.

Usulan Kerangka Keamanan Bahan Bakar Strategis

Ditoka mengusulkan sebuah pengaturan terstruktur dan formal antara Fiji dan Malaysia kepada Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia, YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani. Kerangka kerja 'Keamanan Bahan Bakar dan Ketahanan Energi Strategis' yang diusulkan mencakup diversifikasi pasokan, cadangan strategis, ketahanan rantai pasok, kerja sama teknis, serta transisi menuju energi bersih.

"Pengalaman kami telah mengajarkan bahwa keamanan energi tidak dapat ditangani hanya ketika krisis terjadi. Kita perlu membangun sistem, kemitraan, dan ketahanan yang akan mempersiapkan kita menghadapi gangguan berikutnya," kata Ditoka dalam pertemuannya dengan para eksekutif PETRONAS.

Fiji Ingin Masuk Pengaturan Penimbunan Minyak PETRONAS

Ditoka menyoroti kerentanan Fiji sebagai negara kepulauan kecil yang bergantung pada produk minyak bumi impor. Menurutnya, gangguan pengiriman internasional dan kenaikan biaya angkut dapat berdampak signifikan bagi Fiji dan kawasan Pasifik secara luas. Ia berharap Fiji dapat dipertimbangkan dalam pengaturan penyimpanan dan penimbunan minyak yang sudah ada bersama mitra internasional PETRONAS.

"Volatilitas harga bahan bakar global baru-baru ini dan gangguan pengiriman di Timur Tengah telah menggarisbawahi bahwa negara-negara berkembang kepulauan kecil tidak dapat hanya mengandalkan pengaturan pasar spot," ucapnya.

Fiji sendiri berperan sebagai pusat regional yang memasok bahan bakar ke Tonga dan negara kepulauan Pasifik lainnya seperti Kiribati, Nauru, dan Tuvalu. Ditoka menegaskan bahwa mengamankan rantai pasokan energi Fiji penting bukan hanya bagi 900.000 warganya, tetapi juga bagi negara tetangga maritim yang bergantung pada Fiji.

Tonga Teken Studi Kelayakan dengan Pacific Energy

Sementara itu, Tonga juga mengupayakan keamanan pasokan bahan bakar dengan menandatangani perjanjian studi kelayakan bersama Pacific Energy South West Pacific Limited. Perjanjian tersebut didanai oleh United States Trade and Development Agency (USTDA) dan ditandatangani Perdana Menteri Lord Fatafehi Fakafanua di Nuku'alofa pekan lalu.

Krisis bahan bakar global saat ini dipicu oleh perang antara Iran dan Amerika Serikat, yang menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis antara Iran dan Oman tersebut biasanya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan sebagian besar ekspor gas alam cair dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Ditoka menyebut pekerjaan selanjutnya akan diserahkan kepada pejabat Fiji untuk menindaklanjuti detail teknis dengan rekan-rekan mereka dari Malaysia. Di Korea, Menteri Luar Negeri Cho Hyun disebut terbuka memperkuat kerja sama menjaga rantai pasokan yang stabil dan tangguh, termasuk pemanfaatan keahlian Korea di bidang energi.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks