PAPUA — PT Bank Mega Syariah (bank syariah di bawah naungan CT Corp) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama 2026. Berdasarkan laporan yang dirilis Jumat (4/9), laba sebelum pajak perseroan mencapai lebih dari Rp137 miliar, melonjak dari posisi lebih dari Rp117 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan ekspansi intermediasi yang agresif namun tetap prudent. Hingga Juni 2026, total pembiayaan yang disalurkan perseroan telah menembus angka lebih dari Rp10 triliun, atau tumbuh lebih dari 6 persen secara tahunan.
Pendorong Pertumbuhan Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga
Dari sisi pendanaan, total funding Bank Mega Syariah tercatat sebesar Rp9,69 triliun pada akhir Juni 2026. Perseroan mengaku tengah gencar meningkatkan porsi dana murah (current account saving account/CASA) yang bersumber dari segmen nasabah haji, payroll, dan komunitas.
Strategi penghimpunan dana murah itu dijalankan melalui penguatan layanan perbankan digital, optimalisasi ekosistem haji, serta program registrasi Cash Management System (CMS) untuk nasabah korporasi. Adapun produk andalan seperti pembiayaan kepemilikan emas (Flexi Gold), Tabungan Haji iB, dan Flexi Mabrur menjadi motor utama pertumbuhan pembiayaan.
Hari Pelanggan Nasional: Strategi Mempertahankan Loyalitas
Di tengah solidnya kinerja keuangan, perseroan juga menggencarkan program peningkatan kualitas layanan. Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Bank Mega Syariah menghadirkan layanan medical check-up gratis bagi para nasabah di sejumlah kantor cabang. Inisiatif ini merupakan wujud apresiasi atas loyalitas nasabah yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo menegaskan bahwa apresiasi bukan hanya soal transaksi, melainkan bagaimana perseroan memahami kebutuhan nasabah secara menyeluruh.
"Relationship Based merupakan fokus utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Bagi kami, pelayanan yang baik bukan hanya mengenai transaksi perbankan, tetapi bagaimana kami dapat memahami kebutuhan dan memberikan pengalaman perbankan yang memiliki nilai tambah bagi nasabah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).
Kualitas Aset dan Prospek Jangka Panjang
Yuwono menambahkan, ekspansi pembiayaan yang agresif tetap diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian yang ketat. Perseroan berkomitmen menjaga kualitas portofolio pembiayaan agar rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi nasional.
Kepercayaan nasabah yang terjaga disebut menjadi motivasi utama perseroan untuk terus menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan. Dengan fundamental yang kuat dan strategi layanan yang berorientasi pada nasabah, Bank Mega Syariah optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026.