Apple Gugat OpenAI dan Mantan Karyawan Atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang Hardware

Penulis: Vicky Prasetya  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 22:40:01 WIB
Apple menggugat OpenAI dan dua mantan karyawan atas dugaan pencurian rahasia dagang hardware.

PAPUA — Gugatan hukum ini menampar keras OpenAI dan dua individu kunci: Chang Liu, mantan insinyur sistem kelistrikan senior Apple, dan Tang Yew Tan, mantan VP Apple yang kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI. Apple menuduh keduanya secara sistematis membocorkan informasi produk yang belum dirilis ke perusahaan besutan Sam Altman tersebut.

Dua Mantan Karyawan Jadi Tersangka Utama

Menurut dokumen gugatan yang dikutip dari berbagai sumber, Chang Liu dituduh "secara sembunyi-sembunyi mengakses dan mengunduh puluhan file rahasia hardware milik Apple". File-file tersebut mencakup informasi detail tentang produk yang belum dirilis, presentasi teknis, spesifikasi, dan data proyek kepemilikan.

Lebih mengejutkan lagi, Apple mengklaim Tang Yew Tan "mengarahkan kandidat pekerja yang masih bekerja di Apple untuk membawa komponen fisik asli dari Apple ke sesi wawancara mereka". Sesi ini disebut sebagai ajang "show and tell" di mana Tan dan timnya di OpenAI bisa menggali lebih banyak informasi rahasia Apple.

Lebih dari 400 Eks Karyawan Apple Kini di OpenAI

Gugatan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI. Apple menuduh proses wawancara di OpenAI sengaja dirancang "untuk mencoba mengorek informasi rahasia Apple tambahan" dari para kandidat.

Nama io Products, perusahaan hardware yang dipimpin desainer legendaris Jony Ive dan diakuisisi OpenAI tahun lalu, juga disebut terlibat. Meski tidak menyebut nama Ive secara langsung, Apple mendeskripsikan organisasi itu sebagai "bagian dari pola pelanggaran terkoordinasi di tingkat institusional" dalam OpenAI.

Bantahan OpenAI dan Respons Publik

Drew Pusateri, direktur komunikasi strategis OpenAI, langsung membantah tuduhan tersebut melalui cuitan di platform X. "Kami tidak punya kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan semua orang," tulisnya.

Menariknya, gugatan ini muncul di tengah kemitraan Apple dan OpenAI untuk layanan Apple Intelligence. Dalam catatan kakinya, Apple menegaskan perjanjian integrasi ChatGPT ke perangkat iPhone "tidak menjadi masalah di sini" dan tuduhan pencurian rahasia dagang "tidak ada hubungannya" dengan kerja sama tersebut.

Apa Dampaknya ke Pengguna?

Bagi pengguna di Indonesia, kasus hukum ini belum berdampak langsung pada layanan yang ada. Kemitraan Apple Intelligence dengan OpenAI masih berjalan seperti biasa. Namun, jika gugatan ini berlanjut ke pengadilan, potensi restrukturisasi divisi hardware OpenAI bisa mempengaruhi roadmap produk AI masa depan yang mungkin masuk ke pasar Tanah Air.

Apple mengaku belum mengetahui skala penuh pelanggaran yang dilakukan OpenAI. "Yang jelas, di setiap level, dari anggota staf teknis hingga Chief Hardware Officer, dan berkoordinasi dengan mitra bisnis, OpenAI telah mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple," demikian bunyi gugatan tersebut. "Sebagai konsekuensi alami, bisnis hardware OpenAI yang baru lahir kini berdiri di atas fondasi paling goyah, busuk hingga ke akarnya karena ketergantungan ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan."

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top