Polusi Jakarta Sulit Ditekan, Pramono Sorot Industri Batu Bara di Daerah Penyangga

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 16:36:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti emisi industri batu bara di daerah penyangga sebagai penyumbang polusi udara di Jakarta.

PAPUA — Persoalan udara bersih di Jakarta kembali menjadi sorotan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara mengenai sulitnya mengatasi polusi yang kerap menyelimuti Ibu Kota, dan menunjuk aktivitas industri di daerah sekitar sebagai salah satu biang keladi utamanya.

Menurut Pramono, polusi yang terhirup warga Jakarta setiap hari tidak sepenuhnya lahir dari dalam kota. Kontribusi signifikan justru datang dari emisi kawasan industri yang berlokasi di daerah penyangga. Hal ini disampaikannya di hadapan wartawan pada Senin (24/8/2026).

Emisi Lintas Batas dari Kawasan Industri

Pramono menjelaskan bahwa persoalan ini bersifat lintas wilayah administratif. Pembangkit listrik dan pabrik-pabrik yang masih mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama terus menyumbang emisi yang terbawa angin hingga ke langit Jakarta.

"Kalau itu masih menggunakan batu bara, sampai kapan pun ini berkontribusi untuk menaikkan emisi yang ada di Jakarta," ujarnya.

Ia juga menyoroti praktik pembakaran terbuka yang masih dilakukan sejumlah industri di beberapa titik. Aktivitas tersebut dinilai ikut memperparah kualitas udara yang setiap harinya dihirup jutaan warga, baik di Jakarta maupun sekitarnya.

Upaya Pemprov dan Keterbatasan Kewenangan

Pemprov DKI Jakarta sejatinya tidak tinggal diam. Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Rekayasa cuaca ini dilakukan dengan menyemaikan garam di awan untuk memicu hujan buatan, dengan harapan partikel polutan di udara bisa turun dan kualitas udara membaik dalam waktu singkat.

Namun, upaya teknis tersebut dinilai hanya solusi jangka pendek. Tanpa adanya kebijakan tegas dari pemerintah pusat untuk mendorong transisi energi di sektor industri, terutama di daerah penyangga, langkah Jakarta untuk memiliki udara bersih akan terus berhadapan dengan tembok besar.

Pernyataan Pramono ini menegaskan bahwa masalah udara bukan lagi isu lokal, melainkan persoalan regional yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Selama industri di sekitar Jakarta masih bergantung pada batu bara, target udara bersih akan menjadi pekerjaan rumah yang panjang.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top