PAG Kembangkan Arun Aceh Jadi Global Integrated Energy Hub

Penulis: Vicky Prasetya  •  Jumat, 11 September 2026 | 10:34:01 WIB
Finance & General Support Director PT Perta Arun Gas, M. Yudi Setiawan, menjadi narasumber dalam program Squawk Box di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa (08/09/2026).

JAKARTA — Anak perusahaan PT Pertamina Gas yang juga bagian dari Subholding Gas itu menegaskan posisi Arun bukan lagi sekadar terminal penerima LNG. Finance & General Support Director PT Perta Arun Gas, M. Yudi Setiawan, menyebut kawasan di jalur pelayaran internasional itu punya keunggulan geografis yang sulit ditiru.

Yudi menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam program Squawk Box segmen khusus Energy Corner di Studio CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa (08/09/2026). Menurutnya, kedekatan Arun dengan pasar Asia menjadi modal utama untuk mengembangkan layanan berbasis LNG.

"Arun memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi LNG Hub yang melayani kebutuhan domestik sekaligus pasar regional," ujar Yudi.

Infrastruktur yang Sudah Beroperasi

PAG mengandalkan sejumlah fasilitas untuk memperluas portofolio bisnisnya. Yang terbaru, Tangki LNG F-6004 berkapasitas 127.000 m³ telah direvitalisasi dan beroperasi pada awal 2026.

Infrastruktur itu meningkatkan fleksibilitas PAG dalam menerima, menyimpan, dan mengelola kargo LNG dalam volume besar. Fasilitas tersebut juga membuka peluang bisnis LNG Hub, reload, dan re-export.

Selain tangki F-6004, PAG memiliki tiga unit regasifikasi dengan total kapasitas 135 MMSCFD. Ada pula LNG ISO Tank Filling Station hingga 10 ISO Tank per hari, tangki condensate berkapasitas 2,12 juta barel, fasilitas LPG, serta layanan Gassing Up & Cooling Down (GUCD) bagi kapal LNG.

Kinerja 2025 dan Keandalan Operasi

Dari sisi kinerja, PAG mencatat realisasi regasifikasi mencapai 153% dari target RKAP sepanjang 2025. Perusahaan menerima 22 kargo LNG domestik dengan volume regasifikasi lebih dari 155 BBTUD, meningkat sekitar 6%.

Pendapatan konsolidasi audited PAG tercatat USD104,9 juta. EBITDA mencapai USD52,08 juta atau 121% dari target RKAP.

Keandalan operasi itu ditopang pencapaian lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi PAG dalam menjaga aspek HSSE dan keberlangsungan operasional.

Peluang Bisnis ke Depan

PAG melihat sejumlah peluang pengembangan sebagai bagian dari ekosistem LNG Hub terintegrasi. Mulai dari breakbulking, LNG bunkering, ISO Tank, GUCD, penyimpanan, reload, hingga re-export.

Posisi Arun di kawasan Selat Malaka dinilai berpotensi memperkuat konektivitas Indonesia dengan pasar energi Asia Tenggara dan global.

"Target kami adalah menjadikan Arun sebagai bagian penting dari rantai pasok energi, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kebutuhan energi masa depan," tutur Yudi.

Untuk mendukung rencana itu, PAG akan mengoptimalkan tangki eksisting sembari menyiapkan kebutuhan tangki tambahan. "Untuk kedepan, bisnis PAG akan memerlukan tangki yang banyak sekaligus memberikan keleluasaan bagi PAG. Saat ini kita akan mengoptimalkan tangki eksisting," tambahnya.

Kehadiran PAG di program CNBC Indonesia menjadi momentum memperkenalkan potensi Arun kepada publik, pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan energi. Eksposur itu sekaligus memperkuat positioning PAG sebagai perusahaan energi dengan infrastruktur strategis di tingkat nasional maupun regional.

Dengan optimalisasi aset, penguatan layanan, dan pengembangan bisnis baru, PAG optimistis Arun dapat bertransformasi menjadi simpul energi yang menghubungkan kebutuhan domestik dengan pasar Asia.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top