Pencarian

Pemprov Papua Tengah Tetapkan 2026 sebagai Tahun Percepatan Energi dan Penguatan Keterampilan Kerja

Rabu, 04 Februari 2026 • 13:55:00 WIB
Pemprov Papua Tengah Tetapkan 2026 sebagai Tahun Percepatan Energi dan Penguatan Keterampilan Kerja
Pemprov Papua Tengah fokus percepatan energi dan penguatan keterampilan kerja tahun 2026.

Papua, 04 Februari 2026 - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan pembangunan melalui program prioritas di sektor energi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kebijakan tersebut difokuskan pada dua agenda utama, yakni pemerataan akses listrik hingga ke wilayah perbatasan serta penguatan keterampilan kerja masyarakat lokal melalui pelatihan vokasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua Tengah, Frets James Boray, mengatakan salah satu langkah konkret yang akan segera dilaksanakan adalah pemasangan lampu listrik hemat energi di wilayah pegunungan, khususnya Distrik Dewu dan Distrik Dovus, Kabupaten Puncak.

“Kedua distrik ini menjadi prioritas karena berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Papua dan Papua Tengah,” ujar Frets saat ditemui di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, ESDM Papua Tengah, Nabire, Selasa (3/1/2026).

Selain itu, pihaknya juga merencanakan pembangunan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Puncak, Deiyai, dan Nabire. Khusus di Nabire, pembangunan PJU akan difokuskan pada kawasan yang masih minim penerangan.

“Untuk Nabire, kami akan memprioritaskan daerah-daerah yang selama ini belum memiliki penerangan jalan yang memadai,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan kajian pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mikrohidro di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.

Di sisi lain, penguatan SDM juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Frets menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah diwajibkan berinvestasi di bidang pendidikan dan kesehatan bagi tenaga kerja lokal.

Untuk menekan angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja Papua Tengah telah merancang program pelatihan vokasi intensif bagi Orang Asli Papua (OAP). Berdasarkan data hingga Desember 2025, jumlah pengangguran di Papua Tengah tercatat mencapai sekitar 14.000 orang.

Adapun pelatihan yang disiapkan meliputi budidaya ikan air tawar, keterampilan menjahit, serta otomotif dan perbengkelan.

“Setelah pelatihan, kami juga memberikan bantuan peralatan kerja agar peserta bisa langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri,” pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks