Pencarian

Pdt. Petrus Bonyadone Serukan Papua Tanah Damai: Kekerasan Tak Sesuai Nilai Injil

Kamis, 26 Februari 2026 • 23:10:11 WIB
Pdt. Petrus Bonyadone Serukan Papua Tanah Damai: Kekerasan Tak Sesuai Nilai Injil
Ketua Sinode GKII Papua mengimbau penghentian kekerasan demi menjaga nyawa manusia.

JAYAPURA – Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Tanah Papua, Pdt. Petrus Bonyadone, mengeluarkan seruan tegas untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di Bumi Cendrawasih. Seruan ini disampaikan menyusul rentetan insiden kekerasan yang kian meresahkan dan mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Pdt. Petrus menekankan bahwa sebagai Tanah Injil, Papua seharusnya menjadi tempat di mana nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan dijunjung tinggi, bukan lokasi pertumpahan darah.

“Sebagai hamba Tuhan, saya melihat dari sisi kemanusiaan di mana nyawa itu ada dalam tangan Tuhan. Tidak ada satu pun manusia yang berhak merampas nyawa sesamanya,” tegas Pdt. Petrus Bonyadone di Jayapura, Kamis (26/2/2026).

Dampak Sosial yang Memprihatinkan

Gereja menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak sosial yang timbul akibat gangguan keamanan. Kekerasan yang terjadi telah memaksa banyak warga jemaat meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. Kondisi ini secara langsung memukul ekonomi keluarga, memutus akses pendidikan anak-anak, serta melumpuhkan pelayanan kesehatan di daerah terdampak.

Menurut Pdt. Petrus, tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memuliakan Tuhan dan bertentangan dengan amanat Injil. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan menghilangkan nyawa memiliki konsekuensi moral dan hukum yang berat.

Dukungan untuk Stabilitas Keamanan

Dalam kesempatan tersebut, pihak GKII juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Satgas Damai Cartenz. Upaya aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan perlindungan kepada warga dinilai sangat krusial di tengah situasi yang dinamis.

Pdt. Petrus berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan persuasif dibandingkan kekuatan fisik.

“Atas nama gereja, kami mengimbau semua pihak untuk menjaga Papua sebagai Tanah Damai dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks