JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua memastikan transformasi digital menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya untuk mendongkrak daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dinilai krusial agar produk unggulan dari berbagai wilayah di Papua bisa menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Digitalisasi Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan Ekonomi Papua
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Transmigrasi Provinsi Papua Jimmy A.Y. Thesia menegaskan bahwa di tengah dinamika pembangunan ekonomi saat ini, digitalisasi telah menjadi kebutuhan pokok. Menurutnya, teknologi digital membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang semakin dinamis,” kata Jimmy di Jayapura, Selasa (16/6).
Produk Unggulan OAP: Dari Kopi hingga Noken Siap Go Global
Jimmy merinci sejumlah produk andalan yang bakal diuntungkan dari percepatan digitalisasi ini. Mulai dari kopi pegunungan, sagu, ikan asar dari wilayah pesisir, hingga kerajinan noken yang merupakan hasil karya pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).
“Untuk itu transformasi digital menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan Papua,” ujarnya.
Sinergi dengan BI: Festival Cenderawasih Jadi Motor Perubahan
Pemprov Papua menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua untuk memperkuat ekosistem digital. Salah satu wujud nyatanya adalah penyelenggaraan Festival Cenderawasih (Fescend) Ke-3 Tahun 2026 yang berlangsung hingga 21 Juni 2026.
Acara yang mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Digital dalam Penguatan Ekonomi Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini menghadirkan promosi UMKM, ekonomi kreatif, edukasi digitalisasi, serta perluasan sistem pembayaran non tunai.
QRIS Jadi Andalan untuk Ekosistem Keuangan yang Transparan
Pemprov Papua mengapresiasi langkah BI Papua dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Jimmy menyebut sistem ini mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih aman, transparan, dan efisien bagi para pelaku usaha.
“Kami bersama BI, perbankan dan berbagai lembaga pendukung UMKM terus memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi, perluasan akses pemasaran, hingga penguatan konektivitas logistik,” jelas Jimmy.
Optimisme Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Pelaksana harian Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Yunianto menyatakan optimisme bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang adaptif. Pihaknya menargetkan perekonomian Papua yang berdaya saing, terdigitalisasi, dan berkelanjutan.
“Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam membangun perekonomian Papua yang adaptif, berdaya saing, terdigitalisasi dan berkelanjutan,” pungkas Yunianto.