PAPUA — Dari tiga produk yang dijual Pegadaian, emas Antam menjadi yang termahal. Untuk ukuran 0,5 gram, harganya Rp 1.436.000, sedangkan ukuran 100 gram tembus Rp 270.621.000.
Sebaliknya, Galeri24 menawarkan harga paling rendah. Logam mulia ini bisa dibeli mulai 0,5 gram seharga Rp 1.383.000 hingga 1.000 gram (1 kilogram) senilai Rp 2.540.132.000.
Adapun emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram Rp 1.432.000 hingga 500 gram Rp 1.284.999.000.
Stok Terbatas, Antam Hanya Sampai 100 Gram
Pegadaian mengingatkan bahwa harga bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Ketersediaan ukuran di setiap gerai juga bervariasi.
Untuk produk Antam, saat ini hanya tersedia hingga ukuran 100 gram. Sementara Galeri24 dan UBS masih tersedia hingga ukuran besar, masing-masing 1.000 gram dan 500 gram.
Dolar AS Melemah, Emas Dunia Menguat
Kenaikan harga emas domestik tak lepas dari pergerakan pasar global. Jumat lalu, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.073,78 per troy ounce. Emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga naik 1,2% ke US$ 4.096,30.
Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index. Inflasi PCE AS pada Mei tercatat 4,1% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar.
Hasil itu membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun dari 64% menjadi 60%.
Suku Bunga Tinggi Masih Jadi Momok
Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan harga emas mulai pulih setelah tekanan jual besar pada awal pekan. Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter ketat biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tak memberikan imbal hasil.
"Suku bunga yang lebih tinggi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan meningkatkan daya tarik instrumen berbunga," ujarnya.
Sepanjang pekan ini, harga emas masih mencatat penurunan sekitar 2,6% dan sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan.
Prospek Emas: Tantangan dari Dolar dan Minyak
Analis TD Securities menilai prospek emas masih menghadapi tantangan dalam beberapa bulan ke depan. Harga emas memiliki hubungan berlawanan arah dengan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.
"Jika pasar energi tetap kuat, tekanan terhadap harga emas diperkirakan masih berlanjut," tulis mereka dalam riset.
Di pasar fisik, permintaan emas di India mulai membaik. Untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan, harga emas diperdagangkan dengan premi setelah koreksi harga mendorong minat beli. Sebaliknya, permintaan di China—konsumen emas terbesar dunia—masih lemah.