PAPUA — Toprak Razgatlioglu menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang masih bertahan di tim pabrikan untuk musim depan. Ia pun mendapat kesempatan menjajal langsung motor MotoGP Yamaha bermesin 850 cc dalam sesi uji coba tertutup di Sirkuit Brno, Republik Ceko.
Catatan Waktu Lebih Cepat dari Marc Marquez dan Pedro Acosta
Hasilnya di luar dugaan. Toprak menorehkan waktu lap terbaik 1 menit 54,2 detik. Catatan itu dilaporkan lebih cepat dari Pedro Acosta (KTM), Marc Marquez (Ducati), Joan Mir, dan Luca Marini (Honda).
“Saya senang setelah tes ini. Kami memang belum sepenuhnya siap 100% dengan motor baru ini, tetapi kami sudah menguji (mesin) 850 cc dan ban baru, Pirelli. Hasilnya sudah sangat positif,” ungkap Toprak dikutip dari Crash.
Ban Pirelli Ubah Karakter, Mirip Motor WSBK
Perbedaan paling terasa justru pada bagian kaki-kaki. Motor MotoGP 850 cc sudah menggunakan ban Pirelli, menggantikan Michelin yang dipakai di kelas utama saat ini. Menurut Toprak, hal itu langsung mengubah sensasi berkendara secara drastis.
“Saat saya mengendarai motor, setiap sesi saya merasa jauh lebih baik, terutama pada ban depan. Brno sebenarnya bukan trek yang membutuhkan pengereman keras, tapi saya sudah merasa sangat nyaman,” jelas rider asal Turki itu.
Ia menambahkan, “Kita perlu memperbaiki sesuatu pada ban belakang, tetapi secara keseluruhan cengkeramannya luar biasa. Terutama ban depan, saya merasakan hal yang sama, seperti di Superbike. Sensasinya.”
Tenaga Berkurang Signifikan karena Turun Kapasitas
Meski nyaman, motor prototipe ini tetap memiliki kelemahan. Toprak mengakui tenaga yang dihasilkan jauh lebih rendah dibanding motor MotoGP 1.000 cc yang ia kendarai saat ini.
“Tenaganya lebih rendah karena dari 1.000 cc ke 850 cc. Saya merasa sangat lambat. Setelah keluar dari tikungan, saat Anda memasukkan gigi ketiga atau keempat,” ungkapnya blak-blakan.
Debut Sulit di MotoGP 2024, Tes Ini Dongkrak Motivasi
Toprak menjalani musim debut MotoGP yang berat bersama Yamaha. Ia harus beradaptasi dengan motor V4 anyar dan ban Michelin yang karakternya jauh berbeda dengan Pirelli di WSBK. Hasil positif di Brno menjadi suntikan semangat tersendiri.
“Kenapa tidak? Saya jadi termotivasi ketika melihat hasil tes positif. Tapi ban Michelin dan motor (1.000 cc) ini benar-benar berbeda. Kita lihat saja nanti. Saya selalu berusaha sebaik mungkin di setiap akhir pekan balapan. Saya harap saya akan terus belajar dan berkembang pesat,” tukasnya.