JAYAPURA — Bandara Internasional Sentani Jayapura di Kabupaten Jayapura, Papua, membuka pintu bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk belajar langsung tentang operasional bandara. Program bertajuk Airport Edu Tour ini diikuti oleh 25 siswa kelas IV-VI beserta empat orang guru pendamping dari Sekolah Dasar Bona Ventura, Sentani.
Belajar di Luar Kelas: Melihat Langsung Operasional Bandara
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Sentani Jayapura, Citra Mahesa Nusantara, mengatakan program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendekatkan dunia penerbangan kepada masyarakat. "Bandara merupakan salah satu pintu gerbang konektivitas yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi," katanya di Jayapura, Rabu.
Mengenal Profesi di Balik Penerbangan yang Aman
Melalui Airport Edu Tour, para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana bandara beroperasi. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai profesi yang bekerja di balik setiap penerbangan yang aman, selamat, dan nyaman.
"Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta menginspirasi anak-anak untuk berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang unggul," ujar Mahesa.
Disiplin dan Tanggung Jawab ala Industri Penerbangan
Pihak bandara menekankan bahwa edukasi tidak hanya diperoleh di dalam ruang kelas. Pengalaman langsung di lingkungan bandara dinilai dapat membantu anak-anak memahami pentingnya disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta budaya keselamatan yang menjadi fondasi utama industri penerbangan.
"Semoga pengalaman ini menjadi kenangan yang berharga sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri," tambahnya.
Program Berkelanjutan untuk Generasi Muda Papua
Airport Edu Tour merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen Bandara Internasional Sentani dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui program edukasi yang inspiratif. Pihaknya berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah.
"Semakin banyak anak-anak di Papua yang memperoleh kesempatan untuk mengenal dunia kebandarudaraan secara lebih dekat dan menyenangkan," kata Mahesa. Program ini sekaligus memperkuat peran bandara sebagai pusat konektivitas yang memberikan manfaat bagi pengembangan pengetahuan dan karakter generasi muda.