PAPUA — Klaim pemerintah bahwa stok batu bara mencukupi ternyata tidak sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan. Faktanya, pembangkit listrik membutuhkan batu bara dengan spesifikasi teknis tertentu, seperti kadar kalori dan kelembapan yang sesuai dengan desain boiler. Jika batu bara yang tersedia tidak memenuhi standar itu, pembangkit tidak bisa beroperasi optimal meski stok di gudang melimpah.
Kondisi ini diperparah oleh rantai pasok yang kerap mengalami keterlambatan. Batu bara dari tambang di Kalimantan, misalnya, harus menempuh perjalanan panjang menggunakan kapal tongkang. Cuaca buruk, antrean di pelabuhan, hingga masalah logistik lainnya sering membuat jadwal pengiriman molor dari rencana.
Tata Kelola Pengadaan Jadi Sorotan
Di luar soal teknis dan logistik, masalah tata kelola pengadaan batu bara juga ikut andil dalam krisis listrik ini. Proses lelang yang rumit, kontrak jangka pendek, hingga disparitas harga antara kewajiban pasok domestik (Domestic Market Obligation/DMO) dan harga ekspor membuat pemasok lebih memilih menjual ke luar negeri. Akibatnya, PLN kerap kesulitan mendapatkan batu bara dalam jumlah dan waktu yang dibutuhkan.
Fenomena ini bukan barang baru. Setiap kali harga batu bara dunia melonjak, pasokan untuk dalam negeri selalu terancam. Regulasi yang ada dinilai belum cukup kuat untuk memaksa produsen memprioritaskan kebutuhan PLN ketimbang keuntungan ekspor.
Dampak Langsung ke Masyarakat dan Industri
Akumulasi dari tiga masalah itu berujung pada pemadaman bergilir yang merugikan banyak pihak. Rumah tangga mengeluhkan peralatan elektronik rusak dan aktivitas terganggu. Sementara itu, sektor industri terpaksa mengurangi jam produksi atau bahkan menghentikan mesin, yang berpotensi menimbulkan kerugian miliaran rupiah per hari.
PLN sendiri sudah berulang kali menyatakan akan mengevaluasi rantai pasok dan memperbaiki sistem pengadaan. Namun, tanpa perbaikan mendasar pada tata kelola dan penegakan aturan DMO, risiko pemadaman serupa bisa terulang kapan saja, terutama saat harga batu bara global kembali meroket.