MERAUKE — Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Katolik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke menginisiasi penggalangan dana spontan untuk pembangunan Gereja Santa Theresia Buti. Aksi bertajuk 'gerakan 5 menit' ini digelar usai perayaan ekaristi pada Minggu (19/7/2027) dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp4 juta.
Mekanisme Penggalangan Dana Spontan
Dalam gerakan tersebut, setiap ASN yang hadir diberikan kesempatan maju ke depan altar untuk menyumbang secara sukarela. Jumlah sumbangan tidak ditentukan, sepenuhnya berdasarkan rezeki yang dimiliki masing-masing peserta misa.
“Memang sudah menjadi kesepakatan kami dalam rapat beberapa waktu lalu bahwa dalam perayaan misa di Gereja Santa Theresia Buti, akan ada gerakan 5 menit berupa sumbangan uang dari ASN secara spontan,” jelas Rekianus yang juga menjabat Kepala Badan Perbatasan Kabupaten Merauke.
Komitmen Tambahan: Dua Tiang untuk Gereja Baru
Rekianus menambahkan, selain sumbangan tunai, ASN Katolik Pemkab Merauke berkomitmen menyumbangkan dua tiang untuk pembangunan gereja baru. Satu tiang akan diserahkan terlebih dahulu, sedangkan satu tiang lainnya menyusul mengikuti tahapan konstruksi.
“Kami langsung hitung usai perayaan misa, sekaligus mengisinya dalam amplop dan menyerahkan kepada Pastor Simon Petrus Matruty,” ungkapnya.
Harapan Pastor Paroki: Alokasi APBD untuk Gereja
Pastor Paroki Santa Theresia Buti, Simon Petrus Matruty, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para ASN. Namun, ia masih berharap ada alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Merauke untuk memperlancar pembangunan gereja.
“Saya masih berharap banyak agar adanya alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Merauke guna kelancaran pembangunan gereja. Untuk itu, diharapkan kerjasama—koordinasi ASN dengan pimpinan diatasnya,” pintanya.