PAPUA — Dokumen internal setebal lima halaman yang diperoleh ESPN menunjukkan FIFA mulai membagikan bahan kajian bertajuk Potential expansion of the FIFA World Cup to 64 teams pada Kamis (30/7/2026). Lembaga independen dijadwalkan memberikan masukan pada 7 Agustus, sebelum laporan analisis lengkap diserahkan pada 11 September.
Jadwal itu hanya berselisih delapan hari dari batas akhir yang ditetapkan Infantino untuk menghimpun persetujuan atas skema FIFA Forward Enterprise (FFE). Artinya, keputusan format turnamen dan skema investasi berjalan paralel dalam waktu yang hampir bersamaan.
Dampak ke Kalender Sepak Bola Global Jadi Fokus Kajian
FIFA menyatakan tengah mempertimbangkan implikasi strategis apabila format Piala Dunia melewati batas 48 peserta mulai edisi 2030. Piala Dunia 2026 yang dimenangi Spanyol menjadi turnamen pertama dengan format 48 tim.
Studi independen diproyeksikan mengulas aspek penyelenggaraan turnamen, kompetisi domestik dan internasional, hingga konsekuensi terhadap kalender sepak bola global. Sebelumnya, usulan perpanjangan format ke 64 tim sempat ditolak secara internal, namun kini dibuka kembali dengan kerangka kajian yang lebih formal.
Skema FFE Picu Penolakan Tiga Konfederasi Besar
Bagian paling sensitif dari proposal FFE adalah rencana menjual sebagian kepemilikan kompetisi utama FIFA kepada konsorsium investor senilai US$ 20 miliar. Thrive Eternal, perusahaan yang didirikan Joshua Kushner, adik ipar Jared Kushner, disebut diproyeksikan memimpin kelompok investor tersebut.
UEFA menjadi konfederasi paling vokal dengan menyatakan akan memboikot kompetisi FIFA sampai proyek tersebut dibatalkan. Sikap serupa datang dari AFC dan Concacaf, menandai jurang perbedaan pandangan antara FIFA dan tiga konfederasi besar di Eropa, Asia, serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Dinamika Negosiasi Menjelang Batas Akhir
Dengan tenggat persetujuan yang ditetapkan Infantino, FIFA kini berada dalam posisi mendesak untuk meyakinkan asosiasi anggota. Konsultasi yang berlangsung hingga 11 September akan menentukan apakah format 64 tim benar-benar terwujud untuk Piala Dunia 2030 atau kembali mandek seperti penolakan sebelumnya.
Yang jelas, keputusan 14 Agustus nanti akan menjadi sinyal awal apakah FIFA mampu mengakomodasi ambisi ekspansi turnamen di tengah resistensi tiga konfederasi terbesar. Jika kajian independen menemukan dampak negatif signifikan terhadap kompetisi domestik, rencana ini bisa kembali gagal sebelum memasuki tahap voting resmi.