JAYAPURA — Ratusan massa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) memadati sejumlah ruas jalan utama di Kota Jayapura, Senin (3/8/2026). Aksi ini merupakan kelanjutan dari agenda yang telah diumumkan sebelumnya dengan tema "Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan".
Berdasarkan pantauan paraparatv.id di lapangan, massa menyuarakan tuntutan agar seluruh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ditarik dari Bumi Cenderawasih. Mereka menilai kondisi keamanan di Papua saat ini telah berada pada level yang mereka sebut sebagai darurat, baik dari sisi militer maupun kemanusiaan.
Empat Titik Konsentrasi Massa dan Pengamanan 1.000 Personel
Aksi tidak terpusat di satu lokasi. Massa terpantau menyebar di kawasan Perumnas III Waena, Ekspo Waena, Lingkaran Abepura, serta sejumlah titik lain di ibu kota Provinsi Papua tersebut.
Menghadapi penyebaran massa ini, Kepolisian Resor Jayapura Kota telah menyiagakan sekitar 1.000 personel gabungan. Mereka bertugas mengawal jalannya unjuk rasa sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu aktivitas warga.
Imbauan Polresta Jayapura Kota: Warga Diminta Tetap Beraktivitas Normal
Sejak sebelum aksi dimulai, Polresta Jayapura Kota telah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat. Kepolisian meminta warga agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi ini.
"Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus tetap terjaga selama aksi berlangsung," demikian poin utama imbauan yang disampaikan pihak kepolisian kepada publik.
Hingga Berita Ini Diturunkan, Aksi Berlangsung di Bawah Pengawasan Aparat
Hingga berita ini diterbitkan, rangkaian aksi di sejumlah titik di Kota Jayapura masih berlangsung. Seluruh kegiatan dipastikan berada di bawah pengawasan ketat aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Belum ada laporan resmi mengenai insiden menonjol selama pelaksanaan aksi berlangsung. Kepolisian setempat terus memantau dinamika di lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif hingga massa membubarkan diri.