Pencarian

Pemerintah Klaim Swasembada Delapan Komoditas Pangan, Surplus Jagung Capai 5,73 Juta Ton di 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:07:01 WIB
Pemerintah Klaim Swasembada Delapan Komoditas Pangan, Surplus Jagung Capai 5,73 Juta Ton di 2026
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengamankan ketahanan pangan nasional melalui program swasembada delapan komoditas.

PAPUA — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan delapan komoditas yang masuk daftar swasembada itu adalah beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, petani, penyuluh, TNI-Polri, akademisi, hingga pelaku usaha pertanian.

"Sejak lama saya berkeyakinan bahwa apa pun terjadi, bangsa kita akan aman kalau kita kuasai pangan kita. Kalau kita bisa amankan pangan kita, kita bisa jamin bahwa kita bisa beri makan kepada rakyat kita," kata Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Surplus Jagung dan Kekuatan Pasokan Komoditas Utama

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang dirilis Bapanas, total ketersediaan jagung diperkirakan mencapai 22,42 juta ton, sementara kebutuhan nasional hanya sekitar 16,69 juta ton. Artinya, Indonesia mencatat surplus 5,73 juta ton untuk komoditas pakan ternak ini.

Komoditas lain juga menunjukkan posisi pasokan yang kuat. Produksi cabai besar sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 929,27 ribu ton. Sementara cabai rawit diproyeksikan produksinya 1,5 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan 913,61 ribu ton.

Produksi gula konsumsi diperkirakan mencapai 2,2 juta ton, berbanding kebutuhan domestik sekitar 1,4 juta ton. Bawang merah juga mencatat produksi 1,32 juta ton dengan kebutuhan 1,25 juta ton, dan sebagian hasilnya bahkan telah menembus pasar ekspor.

Kesejahteraan Petani Mulai Membaik

Penguatan produksi diiringi perbaikan kesejahteraan petani. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, naik 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Amran menjelaskan kenaikan ini ditopang kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, serta penurunan harga pupuk yang menekan biaya produksi. "Kami ingin petani semakin sejahtera. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat," ujarnya.

Cadangan Pangan dan Mitigasi Musim Kemarau

Pemerintah juga memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Saat ini tersedia minyak goreng sekitar 1,1 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food, serta cadangan daging ayam sebanyak 38 ton di bawah pengelolaan ID Food.

Menghadapi musim kemarau, Kementerian Pertanian menyiapkan langkah mitigasi berupa percepatan luas tambah tanam, optimasi lahan, pompanisasi, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian. Pendampingan intensif dilakukan di berbagai sentra produksi untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Pada komoditas peternakan, produksi telur ayam ras diproyeksikan mencapai 6,98 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi 6,47 juta ton. Daging ayam ras diperkirakan produksinya 4,89 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan 4,02 juta ton.

Upaya pemerintah ini tidak berhenti pada kecukupan stok. Arah kebijakan jangka panjang diarahkan pada swasembada berkelanjutan, di mana Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menjadi pemain di pasar pangan global.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks