Pencarian

7 Kelompok Tani Sagu di Biak Numfor Terima Bantuan Peralatan dari Pemprov Papua, Total Lahan 200 Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 22:15:32 WIB
7 Kelompok Tani Sagu di Biak Numfor Terima Bantuan Peralatan dari Pemprov Papua, Total Lahan 200 Hektare
Tujuh kelompok tani sagu di Biak Numfor menerima bantuan peralatan dari Pemprov Papua untuk menggarap lahan seluas 200 hektare.

BIAK — Sebanyak tujuh kelompok tani sagu di Kabupaten Biak Numfor menerima bantuan peralatan dari Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bantuan ini merupakan realisasi Kegiatan Penataan Tanaman Sagu Tahun Anggaran 2026 yang menyasar lahan produktif seluas 200 hektare di Distrik Biak Utara, Andey, Biak Barat, Swandiwe, dan Oridek.

Para penerima manfaat terdiri dari Kelompok Tani Sibrindo, Foruri, Yemburwo, Nyanderes, Brakwori, Sendaro, dan Pais. Adapun peralatan yang disalurkan meliputi 20 unit chainsaw, 200 unit dodos sagu, 200 unit sekop, 400 unit parang, serta 400 pasang sepatu boot.

Menjaga Sagu sebagai Pangan Strategis dan Warisan Budaya

Plt Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Karel M Yarangga, menegaskan program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas petani. Menurutnya, penataan tanaman sagu juga menjadi instrumen untuk mempertahankan keberadaan komoditas ini sebagai identitas masyarakat Papua.

“Sagu Jadi Pilar Ketahanan Pangan Papua. Program penataan tanaman sagu ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberadaan sagu sebagai identitas masyarakat Papua,” kata Karel dalam sambutannya.

Harapan Anggota DPR Papua: Kurangi Ketergantungan Pangan dari Luar

Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, yang turut hadir dalam penyerahan bantuan, menyebut sagu telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Papua secara turun-temurun. Komoditas ini bukan sekadar sumber karbohidrat, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi serta potensi ekonomi strategis.

“Karena itu, pengembangan sagu dinilai penting untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan ekosistem hutan sagu,” ujar politisi Partai Gerindra yang membidangi daerah pemilihan Biak Numfor dan Supiori ini.

Johanes berharap program ini mampu mendorong masyarakat kembali mencintai dan mengonsumsi pangan lokal. Ia menilai penguatan pangan berbasis sagu dapat menekan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat kampung.

“Penguatan pangan lokal berbasis sagu diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat kampung, khususnya para petani dan kelompok pengelola sagu,” ujarnya.

Peralatan Bantuan Harus Dirawat untuk Manfaat Jangka Panjang

Johanes mengingatkan agar seluruh peralatan yang diterima digunakan secara bersama-sama dan dirawat dengan baik. Ia menilai perawatan yang optimal akan menunjang produktivitas kebun sagu serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok tani.

Kegiatan penyerahan bantuan ini turut melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Dinas Pertanian setempat, kepala distrik, kepala kampung, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat. Program yang mengusung tema “Melestarikan Sagu, Menguatkan Pangan Lokal, Meningkatkan Kesejahteraan Petani Papua Menuju Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan” ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kemandirian pangan Papua.

Follow jayapuraonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: papuaterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks