MANOKWARI — Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengaku tidak bisa tidur nyenyak pada Kamis (13/8/2026) dini hari karena kepulan asap pekat dari TPA Arfai memenuhi kawasan Sowi III dan IV. Ia sempat mengira ada kebakaran di sekitar rumahnya sebelum menyadari sumbernya berasal dari tumpukan sampah yang terbakar.
"Sekitar jam 03.00 saya bangun dan berpikir mungkin ada kebakaran di pinggir rumah atau di dalam rumah. Setelah saya periksa, tidak ada apa-apa. Ketika keluar mengecek, ternyata sumber asapnya dari TPA sampah," tuturnya.
Menurut Orgenes, intensitas asap meningkat pada malam hingga dini hari, disertai bau tidak sedap yang menyebabkan warga mengalami batuk dan pilek. Kondisi ini dinilainya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena lokasi TPA relatif dekat dengan permukiman dan kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Gangguan di Kawasan Perkantoran Gubernur
Orgenes menyoroti jarak TPA yang terlalu dekat dengan kantor gubernur. Ia menilai aktivitas aparatur sipil negara (ASN) ikut terganggu oleh asap dan aroma menyengat yang menyebar hingga kawasan Sowi, Arfai, Kampung Masiepi, dan sekitar perkantoran gubernur.
"Bagaimana ASN mau bekerja dengan tenang kalau asap dan bau seperti ini terus terjadi? Selain itu, bau yang sangat menyengat juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat," ujarnya dalam keterangan yang diterima Jagat Papua.
DPR Minta Langkah Konkret Tanpa Menunggu
Politikus itu meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari segera turun tangan. Ia menegaskan penanganan tidak boleh menunggu dampak semakin meluas.
"Saya berharap hari ini dan besok pemerintah sudah bisa mengambil tindakan. Jangan terlalu lama. Kebakaran sampah ini sudah berlangsung lama dan harus segera diselesaikan secara baik," tegasnya.
Orgenes menilai pemadaman membutuhkan kolaborasi antara Pemkab Manokwari dan Pemprov Papua Barat. Sebab, tumpukan sampah di TPA tidak hanya organik, tetapi juga nonorganik yang cukup padat sehingga memerlukan penanganan serius.
Relokasi TPA Jadi Usulan Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, DPR Papua Barat mendorong evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan TPA Arfai. Orgenes mengusulkan lokasi pembuangan akhir dipindahkan ke kawasan yang lebih jauh dari permukiman warga dan pusat pemerintahan.
"TPA ini perlu direlokasi ke lokasi yang jauh dari permukiman warga dan kantor gubernur. Bau dan asap seperti ini tidak baik bagi kesehatan masyarakat," pungkasnya.